Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ternyata Ini Penyebab Kecoa Sering Mati dalam Posisi Tubuh Terbalik

Mengapa kecoak yang terbalik pasti berakhir dengan kematian? Apakah hal ini murni karena efek cairan pembasmi serangga atau ada faktor lain?

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/FREEPIK/JIGSAWSTOCKER
Ilustrasi kecoa. 

TRIBUNJATENG.COM - Tahukah Anda penyebab kecoa sering mati dalam posisi tubuh terbalik?

Kecoa kerap kali muncul di rumah. Tak hanya mengganggu pemandangan,  serangga ini juga berisiko mengotori lingkungan serta membawa berbagai jenis bakteri berbahaya, seperti Salmonella, Staphylococcus, hingga Streptococcus.

Saat melihat kecoa melintas, respons spontan sebagian besar orang adalah memukulnya dengan sapu lidi atau benda terdekat.

Namun, upaya ini tidak selalu berhasil karena kecoa kerap kali bergerak cepat untuk kabur dan bersembunyi.

Baca juga: Calvin Dores Putra Deddy Dores Nekat Jual Mata demi Keluarga, Sebut Sudah Depresi Banget

Satu hal yang unik, saat mencoba melarikan diri atau sesaat setelah disemprot cairan pembasmi serangga, tubuh kecoa sering kali berakhir dalam posisi terbalik atau telentang. 

Meskipun sempat bergerak dan berusaha membalikkan tubuhnya kembali, lambat laun kecoa tersebut akan mati dalam posisi tersebut.

Lantas, mengapa kecoak yang tubuhnya terbalik pasti berakhir dengan kematian? Apakah hal ini murni karena efek cairan pembasmi serangga atau ada faktor lain?

Faktor permukaan lantai Rumah yang halus

Dilansir dari The New York Times, fenomena kecoak yang mati dalam posisi telentang sebenarnya merupakan hal yang alami.

Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh penyebab kematiannya serta jenis permukaan tempat serangga tersebut berada.

Di alam liar, kecoa jarang mati dalam posisi terbalik. Mereka biasanya mati karena faktor usia atau berakhir sebagai mangsa burung dan hewan kecil lainnya.

Jika tidak dimangsa, bangkai kecoaa akan terurai alami menjadi detritus organik di lantai hutan.

Namun, kondisinya berbeda di dalam lingkungan rumah. Rumah modern umumnya memiliki permukaan lantai yang halus, seperti keramik atau ubin.

Secara anatomi, kecoa memiliki pusat gravitasi yang tinggi di bagian punggungnya yang bulat dan halus.

Ketika kecoa terbalik di atas lantai yang licin karena alasan apa pun, mereka akan kesulitan untuk membalikkan tubuhnya kembali.

Berbeda dengan di alam liar, di dalam rumah tidak ada ranting, daun kering, atau permukaan kasar yang bisa dijadikan tumpuan kaki mereka untuk mendorong tubuh.

Efek kejang saraf akibat cairan insektisida

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved