Beauty
Bibir Perokok pun Tetap Merona dan Seksi dengan Sulam
Tinta yang digunakan dari herbal dan bisa bertahan hingga lima tahun
Penulis: galih priatmojo | Editor: agung yulianto
KEINGINAN mempercantik diri dan memesona di hadapan suami membuat Atik Nabila rela menjalani treatment sulam bibir. Atik merasa, bibirnya kini lebih merona dan seksi.
Perempuan yang tinggal di kawasan Mijen, Semarang, itu mengaku pertama kali mengenal sulam bibir usai melakukan sulam alis di salon. Suami yang biasa mengantar dia menjalani sulam alis justru yang menyarankan. Untuk memenuhi keinginan sang suami, Atik menjajal sulam bibir.
"Justru ini keinginan suami. Tahunya saat aku sering ke salon untuk sulam alis," ujarnya, Selasa (9/10/2013).
Meski bagi sebagian orang kalimat sulam bibir memberi rasa ngeri, tidak demikian bagi Atik. Setelah menjalani, Atik mengatakan, sulam bibir tidak menakutkan. Bahkan tidak sakit dan aman. Saat treatmen, bibir diberi obat anastesi (penghilang rasa sakit). Peralatan yang digunakan juga steril dan lembut.
"Dari pertama tahu sih nggak kepikiran takut atau gimana. Soalnya, metode yang dilakukan mirip sulam alis. Rasanya biasa saja, tidak sakit atau gimana gitu," ungkapnya.
Pemilik Anna Fang Center of Permanent Makeup Studio & Hiawata Tattoo, Anna Fang mengatakan, sulam bibir sebenarnya teknik mewarnai bibir secara alami dan natural. Selain memperindah warna bibir, sulam bibir dapat menghilangkan flek hitam pada bibir akibat merokok.
Berbeda dari tato bibir yang hanya bertahan satu tahun, warna cerah pasca sulam bibir awet hingga lima tahun. Secara medis, sulam bibir dinilai lebih aman daripada tato bibir yang bisa menimbulkan warna hitam pada garis bibir.
"Tinta yang digunakan dari herbal dan bisa bertahan hingga lima tahun. Kalau sudah pudar bisa ditimpa. Sulam ini tidak menghasilkan warna seperti lipstik, hanya mengubah warna bibir lebih cerah," terang pemilik salon yang beralamat di Ruko Citraland C-7, Semarang.
Sebelum bibir disulam, pasien harus menjelaskan kondisinya. Sulam bibir tidak akan dilakukan pada pasien yang sedang datang bulan. Waktu tepat untuk sulam bibir adalah 14 hari setelah datang bulan. Pasien juga akan menjalani pengecekan gula darah. Treatmen ini tidak akan dilakukan pada penderita diabetes. Begitupula kepada pasien yang memiliki keloid.
"Sulam itu seperti tato pada lapisan kulit, tapi ini kulit luar. Jadi, harus diperhatikan kondisi kulit dan kesehatan si pasien," ungkapnya.
Terkait alat, Anna menggunakan alat digital dan jarum yang ukurannya lebih lembut ketimbang jarum untuk tato kulit. Dia menjamin tidak akan melukai kulit. Pasien disarankan tidak menggosok gigi selama tiga hari pasca sulam bibir. Alasannya, bibir yang baru saja disulam ibarat bibir yang luka. Jika terkena pasta gigi akan perih.
"Selain itu, tidak boleh minum alkohol dan makan makanan pedas. Kalau minum air, sebaiknya pakai sedotan. Pokoknya, usahakan bibir tetap kering," tambahnya.
Sulam bibir sendiri dilakukan beberapa tahap. Dibutuhkan waktu hingga tiga jam untuk sulam bibir tahap pertama. Tekstur bibir kecil tanpa flek membuat sulam bibir lebih cepat, sekitar satu jam.
"Sulam pertama menghilangkan flek hitam di bibir. Tahap kedua pembentukan bibir dan pengisian warna. Tahap selanjutnya, harus jeda 30 hari. Mengenai harga, tergantung besar kecilnya area yang disulam," ujarnya.
Anna menyarankan, pasien yang akan sulam bibir memastikan kondisi tubuh fit. Setidaknya dua hari sebelum sulam bibir dilakukan. (gon)