Penerimaan CPNS
Tak Dikawal Panselnas, Pemprov Jateng Khawatir Soal Tes CPNS Kurang
Petugas percetakan juga kami periksa saat mengantarkan soal dan lembar
Penulis: raka f pujangga | Editor: agung yulianto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah, Suko Mardiono, mengkhawatirkan soal dan lembar jawaban komputer ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) ternyata kurang.
Suko cemas karena pengiriman soal dan lembar jawaban itu tanpa pengawalan petugas dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Soal dan lembar jawaban dijadwalkan tiba di kantor Badan Diklat Provinsi Jateng, Jalan Setiabudi, Semarang hari ini, Kamis (31/10/2013).
"Kalau misalnya kertas soal dan LJK (lembar jawaban komputer) kurang siapa nanti yang akan bertanggungjawab? Dan saya nanti mintanya ke siapa? Itu yang belum jelas sampai sekarang," jelas Suko kepada Tribun Jateng, Rabu (30/10/2013).
Dia menyampaikan, Pemprov tidak bisa melakukan koordinasi dengan percetakan, yakni PT Pura Barutama sebab pemesanan soal dan LJK itu dilakukan langsung oleh pemerintah pusat. "Percetakan yang langsung mendistribusikan ke masing-masing provinsi. Dulu Yogyakarta pernah kekurangan, nah kami mengantisipasi," itu jelas dia.
Hari ini, BKD berencana mengecek soal dan LJK untuk memastikan jumlahnya. Setelah itu, soal dan LJK akan dikirimkan ke masing-masing kabupaten/kota di Jawa Tengah pada Jumat (1/11/2013) siang.
"Tes CPNS dilaksanakan pada 3 November 2013 mendatang. Tes di provinsi pesertanya lebih sedikit tapi tes di kabupaten/kota diikuti sebanyak 10.000-an orang," kata dia.
Kepala Perwakilan Ombudsman Jateng, Achmad Zaid menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait tes CPNS yang akan digelar pada 3 November mendatang.
Dia mengatakan BKD Jawa Tengah tidak perlu khawatir terkait kurangnya jumlah soal dan lembar LJK. Sebab, kata dia, Panselnas bakal memberikan tambahan lembar soal dan LJK untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan atau rusaknya soal dan LJK. "Jumlah tambahannya memang tidak besar, tapi pasti ada. Sekitar 2-3 persen," kata dia.
Pertengahan Oktober lalu, pihaknya telah berkoordinasi dengan 35 BKD se-Jateng, anggota Komisi A DPRD Jateng, dan KP2KKN. Tim panitia seleksi CPNS daerah juga telah terbentuk yang diketuai Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono.
"Kami justru mengantisipasi kebocoran soal. Petugas percetakan juga kami periksa saat mengantarkan soal dan lembar LJK dan sebelum pulang," kata dia.
Dia menjelaskan, bila ketahuan ada yang membocorkan soal maka akan dipidana. "Kami buka posko di beberapa titik saat tes berlangsung. Namun posko yang kita buat hanya di Semarang, tidak sampai di luar kota, terutama di Badan Diklat Jateng," kata Zaid. (raf)