HARI PAHLAWAN
Pahlawan Nasional Menteri Soepeno Dieksekusi Belanda di Nganjuk
Menteri Soepeno satu-satunya menteri yang dieksekusi Belanda. Istri Menteri Soepeno bernama Kamsitin atau Bu Tien masih sehat.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Usia Kamsitin Wasiyatul Chakiki Danoesiswoyo sudah lebih dari 90 tahun. Wanita yang akrab disapa dengan sebutan Ibu Tien Soepeno ini merupakan istri pahlawan nasional Indonesia, Menteri Soepeno. Tien kini tinggal bersama pembantunya di Jalan Wonodri Baru Nomor 29, Kota Semarang.
Jabatan terakhir Soepeno adalah Menteri Pembangunan dan Pemuda pada Kabinet Presidentil II. Soepeno gugur dieksekusi Belanda di Dusun Ganter, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada 24 Februari 1949 dalam usia 32 tahun.
Meskipun sudah berusia lanjut, tidak menghalangi Tien Soepeno beraktifitas. Ibu satu putri ini masih mempunyai seabrek kegiatan. Bahkan, Sabtu (9/11) ini, dia berada di Nganjuk untuk mengikuti rangkaian kegiatan hari pahlawan di lokasi tempat suaminya dieksekusi.
Ketika ditemui Tribun, tengah pekan ini, Tien tengah mencoba pakaian Pramuka yang hendak dikenakannya di acara tersebut. Tien keluar dari kamarnya menggunakan kursi roda. Mei lalu, ia terjatuh dan mengalami patah tulang. "Saya diundang oleh Pramuka Nganjuk. Selain Pramuka, saya juga aktif di Yayasan Rumah Sakit Hermina, Yayasan Gedung Wanita, Woman International Club (WIC) dan lainnya," terang pembina Pramuka Universitas Diponegoro ini.
Yang mengejutkan, di usia senjanya, Tien masih mampu berenang. Sebelum menjalani operasi karena patah tulang pada Mei lalu, ia mengaku rutin berenang untuk menjaga kebugarannya.
Daya ingat Tien juga tidak berkurang dimakan usia. Diceritakan, pernah suatu hari dia bertemu dengan Presiden Soekarno. Saat bertemu dengan Putra Sang Fajar, Tien tengah bersama anak semata wayangnya, Yudianingsih.
Mengetahui nama anaknya tersebut, Bung Karno bertanya kepadanya mengapa nama anaknya Yudia, bukan Yudha. "Saya jawab ke Bung Karno, kalau namanya Yudha nanti perang terus," kenang Tien sembari tersenyum. (*)