Pedagang Pasar Tiban Pekalongan Enggan Disuruh Pindah ke Lapangan
Pedagang Pasar Tiban di Jalan Terate Pekalongan menolak dipindah ke Lapangan Sorogenen.
Penulis: hermawan Endra | Editor: iswidodo
Laporan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN- Datang berboncengan menggunakan sepeda, Sinta Oktaviani (22) bersama temannya Widya (22) tampak kecelik melihat para pedagang pasar tiban tak ada yang membuka lapak di Jalan Terate, Pekalongan Timur, karena lokasi dagang dilakukan penertiban oleh Satpol PP Kota Pekalongan, Jumat (6/12) sore.
Wanita warga Kelurahan Keputran, yang merupakan mahasiswi Unikal itu mengaku hendak membeli baju di lokasi Pasar Tiban, namun melihat tak ada pedagang yang berjualan ia pun kembali pulang, "Sebenarnya mau jalan-jalan sore sekalian beli baju, tapi malah tak ada yang buka," keluh Sinta Oktaviani kepada Tribun Jateng.
Sore hari itu, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Satpol PP melakukan penertiban kepada semua pedagang Pasar Tiban yang berjualan di Jalan Terate. Mereka diminta untuk mengalihkan jualannya di Lapangan Sorogenen, yang berlokasi 100 meter dari Jalan Teratai.
Penertiban sempat diwarnai adu mulut karena pedagang tetap bersikeras berjualan di lokasi tersebut. Tati Riyanti (35) penjual pakaian mengaku tak bersedia direlokasi ke sebuah lapangan karena menilai lokasi tersebut tak layak untuk berjualan.
Dirinya beberapa waktu lalu bersama para pedagang yang lain juga telah mencoba berjualan di lokasi tersebut namun omset penjualannya mengalami penurunan karena jumlah pengunjung yang sepi.
"Lokasinya sepi, apalagi sekarang musim hujan becek, jadi gak ada pembeli yang mau datang," keluh Tati Riyanti kepada Tribun Jateng saat dijumpai di lokasi Pasar Tiban, Jalan Terate, Jumat (6/12).
Camat Pekalongan Timur, Widaryanto mengaku hanya menindak lanjuti intruksi dari Walikota Pekalongann Basyir Ahmad yang menginginkan adanya pembersihan jalan dari kegiatan pasar tiban yang dinilai menyalahi peraturan yang ada dan mengganggu para pengguna jalan. (*)