Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

33 Komunitas Ikuti Heritage Race di Kawasan Kota Lama Semarang

kami berharap gedung-gedung yang ada di kawasan Kota Lama dirawat dengan baik

Penulis: abdul arif | Editor: agung yulianto

Beragam cara orang mengenal sejarah. Melalui fasilitasi dari Kemdikbud, komunitas peminat sejarah di Kota Semarang menjelajahi lorong-lorng di antara bangunan kuno di Kota Lama.

AHMAD Munif tampak lelah setelah menyusuri kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (15/12/2013). Dia bersama tim mengikuti acara "Heritage Race" yang diprakarsai Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kemdikbud.

Munif dan delapan teman lainnya mengenakan kaus putih dan tas punggung hitam berlogo "Fasilitasi Komunitas Sejarah dan nilai Budaya".

"Kami berjalan menyusuri Taman Srigunting, Kantor Pos Besar, Pasar Johar, gedung ekspor-impor, Polder Tawang dan selesai di Taman Garuda, dekat Gereja Blenduk," kata pengelola www.wisatasemarang.com ini.

Munif mengatakan, saat melewati Kantor Pos, timnya mengirimkan surat kepada Wali Kota Hendrar Prihadi. Ia menuturkan, surat tersebut berisi permohonan kepada Pemkot Semarang agar memerhatikan nasib Kota Lama.

"Intinya, kami berharap gedung-gedung yang ada di kawasan Kota Lama dirawat dengan baik," ujarnya.

Tak hanya itu, Renny Wijayanti, mahasiswi Jurusan Teknik Sipil Undip terlihat antusias mengikuti kegiatan heritage race di kawasan Kota Lama. Selain mendapat bekal berupa pengarahan tentang kawasan pusat perniagaan peninggalan masa kolonial Belanda, ia juga mendapat fasilitas uang belanja dari panitia.

"Kami harus membelanjakan uang itu untuk souvenir khas Jawa, China, dan Arab. Kami membeli blangkon, dupa, dan henna," ujarnya.

Kasubdit Dokumentasi dan Publikasi Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kemdikbud, Sainih mengatakan, kegiatan heritage race di Kota Lama yang penuh bangunan bergaya Eropa ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kerja keras komunitas, kelompok, dan organisasi yang bergerak dalam bidang sejarah dan budaya di Kota Semarang. Ia mengatakan, pihaknya hanya menjadi fasilitator.

"Konsep kegiatan kami serahkan sepenuhnya kepada komunitas di Semarang," katanya.

Sainih menyebutkan, selain di Semarang, untuk 2013 ada empat daerah lain yang mendapat fasilitasi Komunitas Sejarah dan Nilai Budaya yaitu Padang-Sumatera Barat, Jakarta, Surakarta (Jawa Tengah), dan Makassar (Sulawesi Selatan).

Di Semarang, fasilitasi Komunitas Sejarah dan Nilai Budaya dikelola oleh Komunitas Oude Stat Art and Culture Semarang (Oase) dan Komunitas Lopen.

Sainih berharap, kegiatan tersebut mampu menjadi ajang pengenalan dan pemahaman mengenai kawasan Kota Lama dan sejarahnya melalui kegiatan lomba menjelajah di kawasan tersebut. Kota Lama, kata dia, adalah sepenggal bagian dari sejarah Semarang yang menyimpan kekayaan luar biasa.

"Kami berharap para peserta dapat tumbuh kesadaran dan kebanggaannya atas Semarang dan memiliki semangat dalam upaya pelestariannya," ujarnya.

Ketua komunitas Oase, Harry Suryo mengatakan, peserta yang terdiri dari sekitar 33 komunitas pegiat sejarah di Kota Semarang diberi tantangan untuk menjelajahi Kota Lama yang kini sebagian gedung di kawasan itu rusak mangkrak dan tak berpenghuni. Peserta, kata dia, juga dibekali selembar peta rancangan komunitas Oase.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved