ATM Meledak
Polrestabes Surabaya Siagakan Personel Bersenjata Jaga ATM
Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menyiagakan personel bersenjata lengkap untuk berjaga-jaga di sejumlah ATM
TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menyiagakan personel bersenjata lengkap untuk berjaga-jaga di sejumlah ATM menyusul peristiwa peledakan mesin ATM di Karangploso, Malang, Jawa Timur, Kamis dini hari.
"Kejadian itu memang menjadi perhatian. Untuk itu, Polrestabes Surabaya menerjunkan anggota dan mengintruksikan kepada Polsek jajaran untuk tetap waspada," kata Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Suparti di Surabaya, Kamis.
Menurut dia, diterjunkannya polisi bersenjata lengkap tersebut merupakan bentuk pengamanan yang dilakukan untuk menjaga Kota Surabaya agar tetap kondusif.
Di Kota Pahlawan ini, lebih dari 100 mesin ATM tersebar, baik yang menjadi satu lokasi dengan bank maupun berdiri sendiri. Bahkan, beberapa di antaranya termasuk rawan karena ada sebagian jenis ATM "drive-thru" atau tanpa turun dari kendaraan.
Kompol Suparti mengungkapkan, akibat insiden ledakan di Malang pihaknya berupaya memberi pelayanan kepada masyarakat agar nyaman saat mengambil uang di ATM, khususnya pengambilan saat malam hari maupun jam-jam tertentu.
Selain di Surabaya, penjagaan intensif juga dilakukan di sejumlah daerah. Seperti Tulungagung dan Sidoarjo yang memperketat pengamanan sejumlah mesin ATM.
Di Tulungagung, setiap ATM dijaga 1-2 personel Sabhara bersenjata laras panjang jenis V-6 dikerahkan untuk melakukan penjagaan di sekitar ATM.
Sedangkan di Sidoarjo, Polres setempat juga menyiagakan anggotanya untuk melakukan pengawasan di sejumlah lokasi yang kemungkingan bisa terjadi gangguan keamanan.
Sementara itu, ledakan di Malang tersebut saat ini tengah diselidiki aparat kepolisian setempat dibantu Polda Jatim. Wakapolda Jatim Brigjen Polisi Suprodjo Wiryo Sumardjo menyempatkan mendatangi lokasi dan menyatakan ledakan itu ada indikasi unsur teror yang melibatkan jaringan teroris.
Di samping menerjunkan Tim Gegana untuk melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara, polisi memintai keterangan empat saksi yang kebetulan berada di sekitar lokasi saat kejadian.
"Berdasarkan hasil penyelidikan dan identifikasi sementara, kemungkinan keterlibatan jaringan teroris terkait kasus ledakan ini memang ada. Tapi, kami masih terus mendalaminya, termasuk motif dari peledakan tersebut," katanya.(ant)