Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pengoplosan LPG

Sehari Sebelum Diringkus Polisi, Oknum Kepsek SMK Swasta Pengoplos Gas Melon Masih Berdinas

Suasana di SMK Nurul Huda di Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Senin 13 April 2026.

|
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Wahyu Nur Kholik
SUASANA GUDANG - Suasana gudang dalam keadaan terkunci usai Polisi melakukan penggrebekan terlihat pada Senin 13 April 2026 tidak ada Policeline. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Suasana di SMK Nurul Huda di Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Senin 13 April 2026 pasca sang Kepala Sekolah KH diringkus polisi sebagai pengoplos gas masih tampak seperti biasanya.

KH ditangkap Unit Tipidter Satreskrim Polres Brebes karena kasus penyalah gunaan Gas LPG Subsidi 3 Kilogram dioplos ke Gae LPG 12 Kilogram.

Pantauan tribunjateng.com di lokasi gudang tempat pengoplosan LPG tersebut kini dalam keadaan terkunci.

Meski begitu, Polisi tidak memasang Police Line di gudang yang di jadikan praktik kriminal itu.

Baca juga: Kepala Sekolah Pengoplos Gas LPG di Brebes Rugikan Negara Rp 802 Juta

Baca juga: Nasib KH, Kepala SMK Jalankan Bisnis Gas Oplosan di Gudang Sekolah Brebes, Terancam Penjara 6 Tahun

Keseharian KH juga disebut sebagai sosok yang agamis. Ia aktif di sejumlah organisasi, bahkan kerap mengisi tausiyah.

Gudang dengan ukuran sekitar 3X5 meter tersebut kesehariannya hanya digunakan untuk menaruh barang sekolah yang rusak.

Sementara untuk kunci gudang hanya KH saja yang memiliki.

Saat ini, KH sudah dinyatakan dikeluarkan oleh pihak yayasan usai ditetapkan Polisi sebagai tersangka.

Waka Kurikulum yang ditunjuk yayasan sebagai PLT Kepala Sekolah Ahmad Nurulloh mengatakan, jika praktik menyimpang yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah KH, baik para guru maupun siswa tidak tau menau.

Nurul menyebut, jika selama ini kegiatan usaha jual beli gas LPG yang dilakukan hanyalah secara wajar.

"Praktek itu kan dilakukan pada malam hari Pak, kondisi sekolahan pagi sampai dengan siang, apalagi ini sedang mau ujian banyak tes dan sebagainya."

"Tahunya itu kita adalah resmi hanya untuk transit untuk gas sudah, sekolah hanya untuk ketempatan," ujarnnya saat ditemui Tribunjateng.com pada Senin (13/04/2026)

Pihaknya mengaku shock, lantaran pada hari Kamis 9 April 2026, KH oknum kepala sekolah masih berdinas. Bahkan meninjau siswa yang sedang melakukan ujian kelulusan sekolah.

"Kita tidak tahu sama sekali, karena posisinya memang kita tidak tahu-menau. Tahunya itu setelah berita itu mencuat," ungkapnya.

Kata Nurul, aktivitas terkait Gas LPG hanya sesekali terlihat pada siang hari. Selebihnya tidak ada guru maupun siswa yang tahu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved