Kreasi Unit Bingkai Foto Tiga Dimensi dari Jalan Pleburan Raya
pemesan pop up card dan pop up frame ini, menentukan tema sendiri
Mengirim kartu ucapan telah menjadi kebiasaan, terutama pada momen yang pantas untuk dikenang. Hal ini mengundang naluri bisnis bagi Rima melalui bendera usahanya Bikinni Land.
APRIL 2014 mendatang, Bikinni Land telah berdiri 3 tahun. Rima, desainer sekaligus pemilik usaha pop up card dan pop up frame berlabel Bikinni Land, telah sukses menciptakan karya kreatif ini.
Rima berujar nama usahanya Bikinni, diambil dari kata "bikin" dan "ini". Nama itu tidak terlalu bermakna apapun, hanya untuk mudah diingat. Selain itu nama tersebut juga dapat dikenal internasional.
Pop Up Card atau Pop Up Frame ini adalah bentuk desain ucapan berbagai momen peringatan, seperti ulang tahun, yang berbentuk kartu ucapan maupun bingkai.
Meskipun ucapan dapat disampaikan dalam berbagai macam perangkat teknologi, pop up card dan pop up frame ini hadir dan eksis karena kreasi indah. Buatan tangan ini mengadalkan seni kerapian kertas yang berbentuk tiga dimensi, kemudian dikolase, membuat si penerima kartu ucapan atau pun bingkai ucapan ini lebih berkesan.
Awalnya Rima mendapatkan ide dari googling, berbagai desain menarik tentang pop up, kemudian dikreasikan dengan dibantu tiga orang temannya. Menggunakan software komputer, lalu desain yang sudah jadi dicetak, kemudian dibuatlah kolase tiga dimensi ini.
Rima juga mengungkapkan, pemesan menentukan tema apa yang menjadi karakter si penerima pop up. Biasanya ditujukan untuk berbagai macam peringatan, seperti ulang tahun, pernikahan, wisuda dan masih banyak lagi.
"Biasanya, pemesan pop up card dan pop up frame ini, menentukan tema sendiri. Umumnya pemesan produk ini untuk ditujukan kepada pacarnya yang merayakan ulang tahun, atau juga pasangan suami-istri, ayah, ibu, adik, anak, bahkan kakek atau neneknya. Namun ada pula yang memesan untuk peringatan pernikahan, wisuda, dan juga ada untuk 'nembak' menyatakan cinta pada calon pacar," papar Rima yang membuka galeri di Jl Pleburan Raya No 10 Semarang.
Rima menjelaskan, untuk membuat satu karya kartu unik ini dibutuhkan waktu paling lama dua pekan. Dalam satu bulan, rata-rata usahanya ini mampu menyelesaikan pesanan berjumlah 30 buah. Bahkan banyak pula pemesan yang berasal dari luar Jawa, seperti Sumatera dan Kalimantan.
Rima mengakui lebih banyak yang memesan pop up frame daripada pop up card. Ini karena kartu berbentuk bingkai tiga dimensi dinilai lebih awet dan bisa dipajang.
"Selain itu, perawatannya juga lebih mudah. Sedangkan pop up card tidak bisa dipajang. Ketika kartu ini sudah diterima, langsung disimpan di dalam laci," tutur Rima.
Dari sisi kemudahan pengerjaan, bagi Rima lebih mudah pop up frame ketimbang pop up card, karena pop up card itu lebih membutuhkan desain yang rumit, ketelitian, detail yang banyak. "Bahan kertas juga lebih banyak, karena berhalaman-halaman," katanya.
Pop up card dan pop up frame yang didesain oleh Rima ini, dibanderol dengan harga bervariasi. Untuk pop up card harganya Rp 85 ribu per halaman, sedangkan pop up frame harganya dari Rp 135 ribu - 450 ribu, tergantung besaran ukuran frame yang dipesan.
Selama usahanya berdiri, Rima mengaku, rata-rata pemesan memang usia muda. Namun, penerima yang dituju pemesan, usianya bervariatif dari anak-anak sampai tua.
Selain itu, Rima sudah melakukan berbagai macam promo di media sosial, televisi, serta bazar. Namun menurutnya lebih efektif promo melalu bazar, karena masyarakat masih kurang memahami apa itu pop up.
Rima juga berharap bisnisnya ini semakin berkembang, tidak hanya membuat pop up card dan frame, namun album foto, undangan namun dalam skala terbatas. (Tribun Jateng cetak/mg5)