Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Smart Shopping

Walk in Closet Mudahkan Ayu Berdandan

Sejak lama aku hobi mengumpulkan benda-benda ini

Tayang:
Penulis: muslimah | Editor: agung yulianto

RUTINITAS Ayu di tengah walk in closet-nya dimulai pada pagi hari setelah melepas putra semata wayang, Ben Fardan berangkat sekolah sekitar pukul 07.00. Selanjutnya, ia betah berlama-lama mematut diri di depan cermin.

Walk in closet memudahkan Ayu dalam melakukan kegiatan mematut diri tersebut. Maklum, semua benda yang diperlukan berada dalam satu tempat. Dimulai dari tempat make up dan cermin panjang melebihi tinggi badannya.

"Saat berada di tengah walk ini closet, inilah duniaku. Aku bisa berjam-jam di sana," ungkap Ayu Kurniawati saat berbincang dengan Tribun Jateng, baru-baru ini.

Selesai dengan itu, ia beralih ke fashion yang akan digunakan, kemudian aksesories seperti pernak-pernik mulai dari kalung, cincin dan anting, sampai sepatu dan tas.

Keberadaan benda-benda pendukung fashion yang terintegrasi dalam satu tempat membuat Ayu bisa mendapatkan penampilan yang sempurna setiap hari, perpaduan yang sangat pas dari ujung kaki hingga ke kepala.

Dengan penampilan yang paripurna tersebut, Ayu lebih percaya diri saat melangkahkan kaki keluar rumah menjalani rutinitas pekerjaan yang sangat padat. Tak heran, banyak yang menjulukinya sebagai ratu kontraktor di Semarang karena dandanannya yang cetar seperti Syahrini.

"Penampilan dipuji hanya bonus. Yang paling penting kegiatan aku saat menyiapkan diri menghadapi rutinitas jadi lebih mudah," ujar Ayu.

Ia memiliki walk in closet di dalam rumah baru sekitar dua tahun ini. Ide berawal dari banyaknya barang yang Ayu miliki. Tidak cukup kalau hanya dtaruh di beberapa lemari. Ia juga merasa kesulitan karena perlengkapan fashionnya terpencar sehingga membutuhkan waktu untuk mencari saat dibutuhkan.

Ayu pun banyak browsing soal walk in closet di internet dan berdasarkan itu ia merancang sendiri desain walk in closet-nya.

Sebagai misal berapa lemari pakaian yang diperlukan, rak-rak untuk sepatu dan akseroris, serta materi pembuat walk in closet.
Rancangan tersebut dibawa Ayu ke desainer interior langganannya di Jepara. Dan selama proses pembuatan, agar mendapatkan hasil terbaik, Ayu rela bolak-balik Semarang-Jepara melihat sejauh mana perkembangannya.

Sekitar satu bulan, jadilah walk in closet idaman yang memiliki tinggi 2,5 meter dan lebar tujuh meter, berbahan partikel dilapisi kulit kayu warna hitam. Ia menaruh di kamarnya yang sengaja dibuat sangat luas.

Khusus sepatu, tas parfum dan pernak-pernik lain, untuk memudahkan saat memilih, Ayu membuat rak dengan penutup dari kaca layaknya show room di sebuah butik.

Ia juga menyiapkan tempat tersendiri untuk koleksi pribadi berupa botol mungil sabun berbagai hotel di Indonesia dan luar negeri.

"Sejak lama aku hobi mengumpulkan benda-benda ini. Karena bentuknya unik dan lucu," jelas Ayu.

Karena suka traveling dan shoping di tempat yang dikunjungi, barang-barang Ayu terus bertambah. Agar tetap muat di walk in closet-nya, ia akan menukar dengan barang lama yang sudah tidak begitu disukainya.

Kemudahan dan kenyamanan yang didapat Ayu dari walk in closet menjadi inspirasi buat rekan-rekannya. "Banyak yang tanya, di mana buatnya dan lain-lain," cerita Ayu. (Tribun Jateng cetak/msi)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved