Berita Semarang
Berawal Dari Gunting dan Kertas, Siswa Semarang Mengurai Makna Utang Negara
Lantai Anjungan Kota Semarang di Grand Maerokoco dipenuhi potongan kertas, spidol warna-warni
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lantai Anjungan Kota Semarang di Grand Maerokoco dipenuhi potongan kertas, spidol warna-warni, dan suara diskusi yang mengalir ringan.
Ratusan siswa SMP duduk berkelompok, sebagian bersila, sebagian lagi menunduk serius di depan papan mading.
Di ruang yang biasanya lengang itu, belajar terasa hidup, ramai, cair, dan penuh rasa ingin tahu.
Tak ada buku tebal atau rumus rumit. Yang ada justru gambar, potongan data, dan kalimat sederhana yang mereka susun menjadi satu cerita besar, tentang utang negara.
Tema “Hutang Negara, Buat Apa?” mungkin terdengar berat untuk usia mereka.
Namun di tangan 42 tim dari 42 SMP se-Kota Semarang, topik itu berubah menjadi visual yang mudah dipahami.
Ada yang menggambarkannya lewat ilustrasi pembangunan jalan, ada pula yang menuliskan alur perputaran uang negara dalam bentuk diagram sederhana.
Di salah satu sudut, Aquila Najda dari SMPN 4 Semarang tampak fokus menempel potongan kertas di papan madingnya.
Sesekali ia berdiskusi dengan teman satu tim, lalu kembali merapikan susunan ide mereka.
Baca juga: Tampang Jukir Kota Lama Semarang Ngepruk Wisatawan Rp40 Ribu, Tak Ditahan Polisi Cuma Dibina
“Seru sekali. Ternyata utang negara itu bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan,” katanya singkat, sambil tersenyum, Jumat (10/4).
Bagi Aquila, dan banyak siswa lain di ruangan itu, ini bukan sekadar lomba. Ini pengalaman pertama mereka memahami isu besar dengan cara yang dekat dengan keseharian.
Kegiatan Wall Gallery Competition yang digagas Inveskids bersama MGMP IPS dan Dinas Pendidikan Kota Semarang memang dirancang berbeda.
Mading dipilih sebagai medium, bukan tanpa alasan.
Dari situ, siswa diajak untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolah dan menyampaikannya kembali dengan cara mereka sendiri.
Di antara kerumunan, Calvin pelajar 16 tahun dari SMA Jakarta Intercultural School (JIS) sekaligus penggagas Inveskids terlihat mengamati jalannya proses.
| Nekat Menerobos Kobaran Api Kebakaran di Semarang, 2 Orang Mengalami Luka Bakar Serius |
|
|---|
| "Tiba-Tiba Api Sudah Besar" Kesaksian Isal Menyelamatkan Diri dari Kebakaran Ketika Main Badminton |
|
|---|
| Detik-Detik Menegangkan Petugas Damkar Selamatkan 2 Nyawa Terjebak Kebakaran di Semarang |
|
|---|
| BREAKING NEWS 2 Orang Terjebak Kebakaran di Gedung 3 Lantai Samping Java Mal Semarang |
|
|---|
| Truk Molen Terguling di Sepakung Semarang, Sudah 4 Hari Tak Kunjung Dievakuasi, Karena Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260414_mading.jpg)