Mendadak Tanah Terangkat, Warga Getasan Ungaran Berhamburan Keluar
Saya ketakutan lalu cepat cepat keluar rumah
Penulis: puthut dwi putranto | Editor: agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Warga di Lima Dusun (Krajan, Bentingan, Pringapus, Wiji dan Magersari ), Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, cukup digemparkan dengan kejadian serupa gempa yang terjadi di daerahnya, Senin (17/2/2014) pagi.
Berdasarkan informasi, saat itu tanah mendadak terangkat satu kali dalam hitungan detik. Warga yang merasakan kejadian ini sontak langsung berlalu berhamburan menyelamatkan diri keluar rumah.
Syukron Makmun (50), warga Dusun Wiji, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, mengaku masih trauma akibat mengalami gempa ini. Wajahnya nampak masih pucat dan tangannya gemetaran saat ditanya terkait gempa yang terjadi.
Syukron berharap gempa ini tak terulang lagi. Dirinya dan warga takut kejadian serupa akan memakan korban jiwa. Menurut penuturan Syukron, gempa yang berlangsung pada sekitar jam 06.00 itu hanya dirasakan oleh warga Desa di tempat dia berdomisili.
Bahkan Syukron berujar, jika kejadian ini baru sekali ini dialami oleh warga di Desanya. Sebelum kejadian, dia juga memastikan bahwa tak ada tanda tanda kental jika akan ada kejadian seperti ini.
"Tanah seperti terangkat ke atas dalam hitungan detik. Saya ketakutan lalu cepat cepat keluar rumah. Tak ada kerusakan parah hanya genteng warga banyak yang jatuh, " kata Syukron yang berprofesi sebagai Guru ini, Senin.
Kepala Desa Sumogawe, Marsudi, menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian nahas yang melanda wilayahnya ini. Namun, lanjut dia, setidaknya ada 46 rumah di daerah itu tercover mengalami kerusakan.
"Tak ada korban jiwa, tapi 46 rumah mengalami kerusakan baik kategori rusak ringan dan rusak sedang," ungkapnya.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Semarang, Yudinita Artsiani, menuturkan, pihaknya telah mendatangi lokasi dan memberikan sejumlah bantuan logistik.