Warga Kendal Resah Harga Gas Elpiji 3 Kg Mencapai Rp 23 Ribu
Minimarket maupun pom bensin yang biasanya ada pun tidak ada
Penulis: ponco wiyono | Editor: agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebulan terakhir ini, gas elpiji ukuran tiga kilogram atau yang terkenal dengan gas melon langka di pasaran. Para pengecer pun melambungkan harganya, bahkan mencapai Rp 21 ribu sampai Rp 23 ribu per tabung, meski harga resmi dari agen hanya Rp 12.750 pertabung.
Beberapa warga mengeluhkan hal tersebut. Seorang warga dari Kecamatan Cepiring, Damariah, mengatakan kelangkaan elpiji ukuran tiga kilo ini merepotkannya dalam berjualan nasi.
"Minimarket maupun pom bensin yang biasanya ada pun tidak ada yang jual," kata Damariah, Senin (17/2/2014).
Sementara Prihatinto, pedagang makanan di Kecamatan Kendal juga mengaku resah karena kelangkaan gas tabung kecil ini. Penjual gorengan ini khawatir ia tidak bisa berjualan jika gas tetap langka." Harganya bisa mencapai Rp 22 ribu, sulit terbeli oleh pedagang kecil seperti saya," imbuhnya.
Sementara itu, seorang agen elpiji di Cepiring, Wiwik Mujianti menerangkan kelangkaan gas ini terjadi karena kiriman yang minim dari kalangan distributor. "Kami tidak tahu kenapa sebabnya. Gara-gara gas langka kami terpaksa menjualnya secara terbatas pada pengecer," ujar Wiwik.
Pihak Disperindag Kendal sendiri belum memberikan konfirmasi terkait kelangkaan gas tabung kecil ini.