Oto Trend
Injeksi Lebih Irit BBM, Bagaimana Sistem Kerjanya?
Choke adalah perangkat tambahan untuk motor berkarburator
SEJAK memanfaatkan teknologi injeksi di motor, Guntur bisa berhemat. Bahan bakar minyak (BBM) Honda Supra X 125 injeksi miliknya bisa bertahan sehari lebih lama dibanding motor setipe yang menggunakan karburator milik teman satu kos.
"Dulu, kami pernah sama-sama ngisi full tank. Bensin motor saya bisa bertahan satu hari lebih lama dibanding motor teman itu. Padahal, kapasitas tangki motor kami sama. Jarak yang kami tempuh juga sama, sekitar 30 Km setiap hari," terang dia.
Guntur juga tidak memiliki keluhan atas performa motor. Bahkan, dalam hal perawatan, dia merasakan kemudahan. "Saya belum melakukan servis khusus pada bagian injektor," kata dia.
Kalaupun servis, perawatan motor juga relatif cepat. Pasalnya, motor injeksi cukup dibersihkan pada bagian filter. Sementara, motor berkaburator harus dibongkar untuk membersihkan. "Saya menggunakan bensin yang bersih, bukan oplosan. Kalau bensin campur mengandung kotoran yang bisa membuat saluran injektor tersumbat," jelasnya.
Kehadiran sistem injeksi memang menawarkan kecanggihan. Menurut Safety Riding and Promotion Supervisor Astra Motor, Oke Desiyanto, secara umum sistem injeksi lebih irit daripada motor berkarburator. Pasalnya, injeksi menggunakan sistem elektronik yang bisa menghemat bensin.
"Sistem kerjanya, injektor menyemprotkan bahan bakar ketika mesin membutuhkan. Jika proses pembakaran belum memerlukan bahan bakar, injektor tidak akan menyemprotkan bahan bakar. Jadi, sistem injektor lebih pintar mengelola kebutuhan bahan bakar untuk proses pembakaran," terang Oke.
Ini berbeda dari karburator yang menggunakan vacum untuk menyalurkan bahan bakar ke tempat pembakaran. "Irit atau tidaknya motor berkarburator tergantung pada cara pengendara menarik katup gas. Semakin sering menarik gas, semakin membuat bahan bakar cepat terbakar," tambah dia.
Selain sistem injeksi, kebanyakan motor keluaran terbaru memberikan perangkat pengaman tambahan. "Pada Honda Verza, sistemnya dilengkapi Bank Angle Sensor. Yaitu, sensor yang akan mendeteksi kemiringan. Ini berguna untuk mematikan sistem elektronik yang mengatur injektor agar berhenti menyemprotkan bensin sehingga mesin akan mati," terang dia.
Sistem ini membuat motor ber-injeksi seketika mati saat posisi miring lebih dari 60 derajat selama dua detik berturut-turut. "jika terjadi kecelakaan, akan bisa meminimalisir efek yang ditimbulkan akibat tidak terkontrolnya motor," tambah Oke.
Dalam injeksi, tidak akan ditemukan choke lantaran sistem injeksi sudah mampu mengatur sirkulasi udara dan bahan bakar sehingga motor bisa langsung menyala jika dihidupkan. "Choke adalah perangkat tambahan untuk motor berkarburator yang berfungsi menutup saluran udara dan memastikan hanya bahan bakar yang masuk ke pembakaran," paparnya.
Pembakaran yang efisien ini membuat motor injeksi dinobatkan sebagai motor ramah lingkungan. Selain itu, motor injeksi memiliki sensor yang bisa memudahkan menghidupkan mesin walau dalam keadaan dingin. (Tribun Jateng cetak/luk)