Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dari Angkringan Vita Dkk Bangun House of Moo

Bermula dari sebuah usaha angkringan susu, Novitania Mundayani beserta tiga kawan karibnya berambisi memperbesar usahanya.

Tayang:
Editor: rustam aji

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bermula dari sebuah usaha angkringan susu, Novitania Mundayani beserta tiga kawan karibnya berambisi memperbesar usahanya.

House of Moo, merupakan kedai susu yang dijalankan Vita (sapaan Novitania), Bustan Arya, Suhroni, serta Audi Aldiano. Semenjak berdiri 15 Juni 2010, usaha yang dijalankan para anak muda ini digandrungi kawula muda di Semarang.

Ia mengakui awal kosnep bisnisnya terinspirasi angkringan susu Si Jack yang berada di Solo.

"Sebelumnya usaha ini namanya angkringan Susu Moo dan letaknya di Jl. Ngesrep Timur V No 52 Semarang. Awal idenya karena terinspirasi dengan angkringan Si Jack yang ada di Solo," papar Vita.

Setelah enam bulan berjalan, dan tidak sesuai dengan konsep awal maka angkringan Susu Moo ini berubah nama menjadi House of Moo.

"Pada Desember 2012 kami pindah di Jalan Jatimulyo No 1 Semarang dengan konsep lebih matang, yaitu peternakan sapi bahagia. Dalam menjalankan usaha ini kami membentuk UD Agromilk," beber Vita.

Dengan modal awal Rp 85 juta, House Of Moo ini memiliki keunikan tersendiri.
"Uniknya House of Moo, kami tidak hanya menawarkan produk berkualitas seperti susu, yoghurt, snack, dan meals tapi juga yang ditawarkan adalah pengalaman. Di sini konsumen bisa melihat karakter khusus dari para karyawan yang menggunakan blangkon bertanduk dan sapaan khusus yang digunakan," papar dara kelahiran Jakarta, 24 September 1990 ini.

House Of Moo yang buka setiap hari pukul 12.00-23.00 ini, diakui Vita mendatangkan susu kualitas terjamin.

"Susu berasal dari peternak pilihan di daerah Ungaran, dipilih berdasarkan kualitasnya yang baik, kemudian diolah secara langsung di outlet kami," ungkapnya.

Vita bersama teman-temannya ini menjalankan bisnis House Of Moo dibantu oleh Karyawan, seperti tim dapur, tim frontline, kurir susu, staff SDM, dan supervisor.

Menu dibanderol dengan harga berkisar Rp 7.000 – Rp15.000, House of Moo, menawarkan menu favoritnya yaitu susu cokelat, cookies, durian, tiramisu, hazelnut, caramel, chocomilk, yoghurt mango, yoghurt leci, dan yoghurt strawberry. Selain itu, ada pula menu makanan pelengkap pendamping susu, seperti pisang wol, roti bakar toping, es krim goreng, dan lunpia buah.

House of Moo ini awalnya juga melayani pesan antar susu. Namun karena susu itu tidak tahan lama, maka layanan pesan antar ditiadakan. Meski demikian, bila ada yang meminta pesan antar, bergantung pada kesepakatan House Of Moo dan pemesan agar susu yang diantar, kualitasnya tetap terjamin.

"Sebelumnya kami melayani pesan antar literan, tetapi karena sifat susu yang mudah rusak dan pengalaman banyak pelanggan yang pada saat pengantaran tidak ada di tempat dan susu diminta ditinggal, maka kami mencabut sistem delivery dulu. Kalau memang ada yang mau pesan literan bisa kami layani tapi harus rutin dan diambil sendiri," tutur Vita.

Dalam menjalankan usaha ini Vita pernah mengalami kendala. "Kendala awal saat masih merintis adalah tim yang tidak satu visi. Sebelumnya kepemilikan ada lima orang, kemudian keluar dua orang. Selanjutnya, saat merintis di lokasi baru sekarang ini ada satu orang investor lagi yang masuk. Jadi kini House of Moo dimiliki empat orang," ungkap Vita.

Vita dan ketiga temannya bertekad akan terus mengembangkan House Of Moo.

"Kami belum membuka cabang karena pada tahun ini, rencana September 2014, House of Moo akan membangun tempat baru dulu dengan kapasitas lebih besar berkonsep kafe dan resto. Setelah berhasil dengan ini, baru kami akan membuka kemitraan," lanjut Vita. (arum sawitri)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved