Breaking News:

Public Service

Rujuk Wajib Dilakukan Sebelum Masa Iddah Habis

Rujuk menurut bahasa artinya kembali, sedangkan menurut istilah adalah kembalinya.

Penulis: dini | Editor: rustam aji
Rujuk Wajib Dilakukan Sebelum Masa Iddah Habis
net
ilustrasi

ASSALAMUALAIKUM Tribun, mohon solusinya. Saya telah menceraikan istri saya tetapi secara lisan satu bulan lalu, dan sekarang saya ingin rujuk kembali, saat itu saya ucapkan talak satu kali dan pergi dari rumah. Yang saya tanyakan apakah saya harus menikah lagi kalau ingin berkumpul dengan istri saya? Secara agama bagaimana status pernikahan?
MF, Kembangarum Manyaran (via surat)

SEBELUMNYA saya akan menjelaskan tentang pengertian rujuk. Rujuk menurut bahasa artinya kembali, sedangkan menurut istilah adalah kembalinya.
Adapun tentang dalil-dalilnya sebagai berikut :
"Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki islah”. (Q.S.Al Baqarah:228)
“Apabila mereka telah mendekati akhir masa iddahnya, maka rujuklah mereka dengan baik dan lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu.” (Q.S. At-Thalaq: 2)
Suami kepada istri yang telah dicerai dan masih berada dalam masa iddah dengan aturan tertentu. Apabila telah habis masa iddahnya dan ingin kembali bersatu (suami isteri), maka harus dilaksanakan akad nikah yang baru.
Bila sesorang telah menceraikan istrinya, maka ia dibolehkan bahkan dianjurkan untuk rujuk kembali dengan syarat keduanya betul-betul hendak berbaikan kembali (islah). Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 63 bahwa Rujuk dapat dilakukan dalam hal:
a. Putusnya perkawinan karena talak, kecuali talak yang telah jatuh tiga kali atau talak yang dijatuhkan qabla al dukhul.
b. Putus perkawinan berdasarkan putusan pengadilan dengan alasan atau alasan-alasan selain zina dan khuluk.
Hukum rujuk wajib, terhadap suami yang mentalak salah seorang isterinya sebelum dia sempurnakan pembagian waktunya terhadap isteri yang ditalak.
dan rujuk menjadi haram, apabila terjadinya rujuk itu mempunyai tujuan untuk menyakiti isteri.
Berikut ini adalah empat syarat-syarat rujuk :
1. Istri yang dirujuk sudah pernah digauli, jika istri yang telah di cerai belum pernah di setubuhi, maka tidak sah untuk rujuk, tetapi harus dengan perkawinan baru lagi.
2. Belum Habis Masa Iddah
3. Talaknya raj’i bukan talak tiga
4. Istri bersedia di rujuk
Disunnahkan ada saksi atau tidak harus
Cara melakukannya rujuk ada dua cara:
1. Secara Tertulis – dengan surat : yang ditulis suaminya sendiri tetapi tidak dibaca dianggap sebagai kategori kinayah, artinya harus ada niat suami pada saat menulis surat tersebut.
2. Dengan ucapan ( sighat )
Sedangkan ucapan rujuk ada sendiri dibagi menjadi dua :
1. Ucapan sharih, : ucapan yang tegas dan jelas maksudnya, misalnya : “aku kembalikan kau pada nikahku”, “aku rujuk engkau”, “aku terima kembali engkau”.
2. Ucapan kinayah, : ucapan yang tidak tegas maksudnya, misalnya : “aku nikahi engkau”, “ aku pegang engkau”. Pada yang bersifat kinayah ini disyaratkan memiliki niat dari suami. Disyaratkan ucapan tersebut tidak berta’liq ( menggantung) seperti ucapan : “ kurujuk engkau jika engkau mau”, hal semacam ini tidak sah walaupun istrinya mau, begitupula merujuk berbatas waktu seperti ucapan : “ kurujuk engkau sebulan”.
Adapun syarat supaya ucapan itu bisa sah harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Lafaz yang menunjukkan maksud rujuk, misalnya kata suami “aku rujuk engkau” atau “aku kembalikan engkau kepada nikahku”.
b. Tidak bertaklik, tidak sah rujuk dengan lafaz yang bertaklik, misalnya kata suami “aku rujuk engkau jika engkau mau”. Rujuk itu tidak sah walaupun ister mengatakan mau.
c. Tidak terbatas waktu, seperti kata suami “aku rujuk engkau selama sebulan.
Demikian penjelasannya semoga dapat membantu. (dni)

Syaifulloh
Kepala Bidang Urais
Kementerian Agama Wilayah Jawa Tengah

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved