Polisi Periksa BNI Temanggung Pemberi Modal Koperasi Jasa Pakarti

Polrestabes Semarang mendalami dugaan korupsi di Koperasi Jasa Pakarti di tahun 2008.

Penulis: muh radlis | Editor: iswidodo
TRIBUN JATENG/MUH RADLIS
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto SH SIK 

Laporan Tribun Jateng, Muh Radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Polrestabes Semarang mendalami dugaan korupsi di Koperasi Jasa Pakarti di tahun 2008. Koperasi itu mendapat pinjaman modal dari BNI Temanggung Rp 7,5 miliar. Namun kemudian sebagian dana itu tak bisa dipertanggungjawabkan oleh ketua Koperasi Jasa Pakarti.

Terkait pinjaman modal tesebut, diduga ada kongkalikong antara ketua koperasi dengan pihak BNI Temanggung, sehingga ada dana lebih dari Rp 1 miliar yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

"Beberapa karyawan koperasi itu sudah kami mintai keterangan. Ke depan kami akan periksa pihak BNI Temanggung selaku pemberi modal," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto SH SIK, Minggu (6/4).

Untuk memastikan seberapa besar kerugian negara, Polrestabes masih menunggu hasil audit BPKP Jawa Tengah.

Koperasi Jasa Pakarti periode 2010-2014, Ari Pribadi, mengatakan pihaknya berharap Sat Reskrim Polrestabes Semarang bisa mengusut tuntas kasus dugaan korupsi ini. "Ada sekitar Rp 3,2 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kepala koperasi saat itu," kata Ari. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved