Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PENGHITUNGAN SUARA

Hanya Sekitar 19 Incumbent Bertahan di Dewan, Ini Datanya

KPU Kota Semarang telah menyelesaikan rekapitulasi pemilu legislatif, 20 April 2014 kemarin.

Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: iswidodo
Hanya Sekitar 19 Incumbent Bertahan di Dewan, Ini Datanya - CALEG_JADI_JATENG.jpg
TRIBUNJATENG/GRAFIS AAN AINUN NAJIB
DATA REKAPITULASI KPU KOTA SEMARANG
Hanya Sekitar 19 Incumbent Bertahan di Dewan, Ini Datanya - CALEG_SEMARANG_JADI.jpg
TRIBUNJATENG/GRAFIS AAN AINUN NAJIB
DATA REKAPITULASI KPU KOTA SEMARANG
Hanya Sekitar 19 Incumbent Bertahan di Dewan, Ini Datanya - CALEG_DPD_OK.jpg
TRIBUNJATENG/GRAFIS AAN AINUN NAJIB
DATA REKAPITULASI KPU KOTA SEMARANG

Laporan Tribun Jateng, Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-  KPU Kota Semarang telah menyelesaikan hasil penghitungan rekapitulasi pemilu legislatif.Hasil perkiraan sementara, hanya sekitar 19 incumbent yang berhasil menduduki kembali menduduki kursi  DPRD Kota Semarang. Sisanya, banyak yang tidak terpilih, tidak mencalonkan diri, atau memilih "naik kelas".

Data yang dihimpun Tribun Jateng, beberapa incumbent yang kembali menduduki kursi dewan, antara lain Supriyadi, Rukiyanto, dan Hanik Khoiru Solikah (PDIP), Imam Mardjuki, Ari Purbono, dan Johan Rifai (PKS), Wachid Nurmiyanto (PAN), Wiwin Subiyono dan Sugi Hartono (Demokrat), Anang Budi Utomo (Golkar) dan lain sebagainya.

Banyak muka baru yang akan mengisi kursi wakil rakyat kota Semarang periode 2014-2019 mendatang.

Selama proses perhitungan, banyak incumbent tetap merasa berdegup keras jantung mereka mengamati perkembangan perolehan suara mereka.

Sugi Hartono, caleg Dapil 3 (Gayamsari, Genuk, Pedurungan) terus memantau angka perolehan suaranya, meski tidak langsung datang ke TPS ataupun kantor. "Saya mengandalkan laporan saksi ataupun mengutus seseorang untuk memantau. Setiap ada perkembangan, mereka selalu melaporkannya," katanya, semalam.

Sugi pun optimistis mampu melenggang lagi di kursi wakil rakyat.
Sementara, anggota DPRD Kota Semarang dari fraksi PAN, Fitria memilih tidak mengikuti Pemilu legislatif kali ini.  

"Saya enggak mencalonkan lagi, mau alih profesi saja," katanya saat ditemui belum lama ini.
Anggota Komisi A tersebut bercerita lebih memilih membuka usaha daripada mencalonkan diri lagi sebagai wakil rakyat. Ia berujar, sedang merintis usaha dengan membuka toko di pasar Johar. Namun, apa jenis usahanya, Fitriya belum mengungkapkan secara detail.

Selain Fitriya, beberapa anggota dewan tidak jadi nyaleg karena tersangkut masalah hukum hingga akhirnya diberhentikan jadi dewan. Seorang di antaranya, Djunaidi yang merupakan mantan wakil ketua DPRD Kota Semarang.

Incumbent lainnya, Anang Budi Utomo ketika berbincang dengan Tribun Jateng mengatakan belum tahu hasil pasti perolehan suaranya. Selama ini, persaingan suara di Dapilnya diakuinya sangat ketat.
"Insya Allah," jawabnya saat ditanya terpilih atau tidak.

Lain halnya dengan politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Agung Budi Margono. Sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Semarang, ia turut memantau perolehan suara kader PKS lainnya. Beberapa hari ini ia berkonsentrasi melakukan rekapitulasi suara.

Wakil Ketua Komisi C tersebut lebih mengomentari partainya. Sebelum hasil rekapitulasi turun, Agung pernah berkata paling tidak satu Dapil, ada kader PKS yang masuk ke gedung wakil rakyat. Hal itu ternyata benar.

"Lumayanlah, paling tidak bertahan di tengah terpaan pusaran politik saat ini," tuturnya.
Pengamatan Tribun Jateng, banyak nama baru yang jadi wakil rakyat. Yang paling jelas adalah meningkatnya jumlah kursi PDIP yang sebelumnya hanya memiliki delapan kursi, meningkat jadi 15 kursi. Nama dari caleg PDIP yang tergolong baru antara lain Trifena Weyatin Soehendro, Dyah Ratna Harimurti, Nungki Sundari dan beberapa lainnya.

Partai Gerindra juga memasukkan nama-nama baru. Partai ini termasuk yang melejit tahun ini dengan menempatkan enam wakilnya di DPRD Kota Semarang. Wakil rakyat dari Gerindra kebanyakan muka baru, antara lain, Hermawan Sulis, Mualim, Nunung Sriyanto, Joko Santoso, dan Wilujeng Riningrum.

Sebaliknya, nasib partai Demokrat justru anjlok.  Sempat menguasai DPRD Kota Semarang dengan 15 kursi pada pemilu 2009, partai berlambang bintang Mercy itu justru hanya mendapat enam kursi. Muka lama dan baru dari Demokrat mengisi kursi wakil rakyat. Beberapa nama lama yang berhasil bertahan yaitu Wiwin Subiyono, Sugi Hartono, Suciati, dan Danur Rispriyanto. Adapun nama baru Demokrat yakni, Swasti Aswagati, dan Laser Narendro.  Prediksi ini diolah berdasar data hasil rekapitulasi KPU Kota Semarang. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved