Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

curanmor

Kalau Saya Ancam Pakai Pistol Masih Melawan Saya Bacok

Kalau Saya Ancam Pakai Pistol Masih Melawan Saya Bacok. Itu kata pelaku perampok yang sudah diringkus polisi.

Editor: iswidodo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-  Seorang perampok jalanan, Didit Rifkiawan (22), mengaku menyewa pistol dari seorang temannya di Yogyakarta untuk melancarkan aksinya di Kota Semarang.

Warga Boyolali ini menggunakan pistol itu untuk menakut-nakuti para korbannya agar menyerahkan motor atau tas milik korban.
"Awalnya saya sewa Rp 2 juta per minggu, lalu setelah saya sewa kemudian saya beli, nambah Rp 1 juta," tutur Didit kepada Tribun Jateng, Kamis (22/5).

Didit merupakan pelaku perampasan yang sering beraksi di jalan jalan Kota Semarang. Dia ditangkap bersama seorang rekannya, Rahmadinata (21), warga Layur, Semarang Utara oleh tim resmob Polrestabes Semarang yang dipimpin oleh Aiptu Djanadi dan Wakasat Reskrim, Kompol Dony.

Kepada Tribun Jateng, Didit menceritakan sudah lima kali beraksi di Kota Semarang. Dalam setiap aksinya, Didit selalu ditemani tiga hingga empat orang rekannya.

Komplotan Didit terbilang sadis, selain mengancam korban menggunakan pistol jenis airgun, mereka juga tak segan-segan membacok korban menggunakan celurit dan sangkur apabila melawan.

"Kalau saya takut takuti pakai pistol, melawan ya saya bacok. Tidak saya tembak," katanya.

Lantaran awalnya hanya menyewa pistol airgun itu, Didit pun serasa dikejar target. Dia harus mengumpulkan uang untuk membayar sewa pistol tersebut. Belum lagi sewa kos yang harus dibayar sementara dia tidak bekerja.
"Putar otak gimana caranya harus bayar sewa pistol, jadinya merampas saja kerjaan saya. Sewa kos juga, nanti setelah uang terkumpul, pistol itu saya beli," katanya.

Sasarannya pun beragam, mulai dari sepeda motor hingga tas bawaan korban. Namun ayah satu anak ini mengelak ketika disebut penjahat sadis. Dia mengaku hanya mengincar korban lelaki.

"Saya incarnya laki laki, tidak pernah incar cewek. Kasihan, cewek itu lemah," katanya.
Saat ditangkap di rumah kos Diti di daerah Dempel, Semarang Timur, kedua pelaku melawan petugas dan berusaha melarikan diri. Alhasil, keduanya dilumpuhkan dengan tembakan di kaki.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono, mengatakan, komplotan Didit merupakan para pelaku yang sudah lama diincar. Komplotan ini sudah sangat meresahkan masyarakat Kota Semarang.
Para pelaku ini terbilang nekad, selain melakukan aksi perampasan, mereka juga sering mencuri motor di parkiran rumah atau tempat keramaian. Bahkan diketahui komplotan ini juga mencuri di rumah-rumah warga. "Mereka ini jambret, maling motor, maling rumah juga," kata Djihartono.

Djihartono mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini untuk menyelidiki pemasok senjata jenis airgun kepada pelaku. Selain itu, pihaknya masih memburu anggota komplotan lainnya yang masih buron.

"Ada tiga yang masih buron, siapa yang memberikan airgun juga akan kami selidiki," katanya. Saat ini, Didit dan Rahmadinata mendekam di sel tahanan Polrestabes Semarang. Keduanya dijerat pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat merah H4489AHG dan Yamaha vega H2408YR hasil rampasan, sepucuk pistol jenis airgun, sebilah celurit, bayonet/sangkur, kunci letter T, serta beberapa unit handphone. (tribuncetak/lyz/ape)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved