MENYAMBUT RAMADAN 2014
Ratusan Wisatawan Berebut Gunungan Hasil Bumi di Owabong
Ratusan Wisatawan Berebut Gunungan Hasil Bumi di Owabong Purbalingga, Minggu 22 Juni 2014 dalam acara Resik Sumber.
Penulis: fajar eko nugroho | Editor: iswidodo
Laporan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Ratusan wisatawan berebut gunungan yang berisi berbagai macam hasil bumi di Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong). Selain itu, dua buah nasi tumpeng juga menjadi santapan bersama. Prosesi tradisi Resik Sumber dan Ruwat Bumi menjadi hiburan para wisatawan yang tengah menikmati Owabong, Minggu (22/6) di Purbalingga.
Prosesi Resik Sumber dan Ruwat Bumi Owabong dimulai dari balai Desa Bojongsari. Dengan berjalan sekitar dua kilometer, peserta prosesi disambut meriah oleh warga sekitar dan juga pengunjung Owabong. Barisan terdepan terdiri dari cucuk lampah, kemudian marawis, punggawa, tujuh orang putri sumber, pasukan berkuda, kereta kencana, pasukan gunungan, punggawa dan pengawal.
Pada karnaval itu juga dimeriahkan pamong desa Bojongsari dan Karangbanjar, siswa-siswi SDN 1 dan 2 Bojongsari, SMKN 1 Bojongsari, MTS Yappi Bojongsari, thek-thek Pampari, Pokdarwis Bojongsari, pramuka Saka Pariwisata, karang taruna, paguyuban ebeg Bojongsari dan drum band SMPN 1 Bojongsari.
Iring-iringan itu berakhir di sebuah sumber di bawah pohon beringin yang berada di Owabong. Usai iring-iringan, gunungan hasil bumi berupa sayuran menjadi rebutan pengunjung Owabong.
Begitu pula duah buah tumpeng dinikmati oleh pengunjung. Prosesi selanjutnya dengan dibawanya air dari tujuh mata air yang menjadi sumber air di Owabong. (*)