Beauty
Dewi Oleskan Pelembab saat Puasa Supaya Tetap Segar
Saat puasa, harus lebih sering karena keringnya maksimal. Selain mengurangi nilai penampilan
Penulis: muslimah | Editor: agung yulianto
BIBIR kering dan pecah-pecah merupakan problem yang menghantui Dewi Safitriani (21) saat menjalankan ibadah puasa. Dia pun mulai menyiapkan pelembap bibir agar tetap segar.
"Biasanya, aku oleskan lip balm atau pelembab bibir. Saat puasa, harus lebih sering karena keringnya maksimal. Selain mengurangi nilai penampilan, rasanya juga tidak nyaman," celoteh Dewi kepada Tribun Jateng, Sabtu (28/6/2014).
Berkaca dari Ramadan sebelumnya, asupan makanan sangat berpengaruh terhadap kelembapan bibir. Ia berupaya membuat daftar makanan apa yang bagus untuk kelembapan kulit dan yang justru menambah kering kulit.
"Kelihatannya sepele namun sangat mengganggu. Kalau ke klinik kecantikan, saya konsultasikan masalah ini juga. Selain diberi vitamin biasanya diminta memperbanyak minum air putih, sayur dan buah," imbuh mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.
Pemilik Medica Group, Dokter Ayuningtyas Utami mengatakan, bibir pecah-pecah atau retak (cheilitis) terjadi lantaran berbagai faktor. Di antaranya, cuaca dan minimnya asupan air dalam tubuh. Ini terjadi lantaran bibir memiliki lapisan kulit yang tipis dan tidak mengandung kelenjar minyak seperti kulit di bagian lain sehingga lebih rentan kering. Khususnya, bibir bagian bawah.
"Jangan menjilati bibir secara berlebihan karena air liur mengandung asam yang dapat mengurangi kelembapan bibir," kata Ayu.
Lantaran bibir tidak mengandung melanin yang melindungi dari sinar matahari, saat beraktivitas di luar ruangan, Ayu menyarankan menggunakan pelembap untuk mencegah bibir kering. Penggunaan pasta gigi atau obat kumur juga dapat memicu bibir kering.
Menurut Ayu, sebaiknya obat kumur yang dipilih tidak mengandung menthol dan ekaliptus karena dapat mengiritasi bibir.
"Jangan menggosok, mengelupas, atau menggigit serpihan kulit di bibir karena dapat menyebabkan perdarahan, memudahkan infeksi dan memperlambat penyembuhan. Bernapaslah melalui hidung. Pernapasan melalui mulut dapat menyebabkan bibir Anda mengering," tandas.
Diharapkan, metode sederhana tersebut bisa mengatasi permasalahan. Namun, jika bibir kering dan pecah-pecah tidak juga membaik bahkan lebih parah, Ayu meminta berkonsultasi ke dokter. "Karena, bibir pecah-pecah kronis dan parah dapat mengindikasikan masalah lain," ujar Ayu. (msi)