Dapat Perlawanan Sengit, Operasi Militer Merebut Kota Tikrit Dihentikan
Pasukan Irak menghentikan operasi militer yang digelar untuk merebut kembali kota kelahiran Saddam Hussein, Selasa (19/8/2014)
TRIBUNJATENG.COM, BAGHDAD - Pasukan Irak menghentikan operasi militer yang digelar untuk merebut kembali kota kelahiran Saddam Hussein, Selasa (19/8/2014), akibat perlawanan sengit yang diberikan pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Terlecut keberhasilan pasukan Kurdi merebut kembali bendungan Mosul, tentara Irak yang didukung milisi Syiah menggelar serangan tak lama setelah fajar menyingsing terhadap kota Tikrit.
Kota yang terletak 130 kilometer sebelah utara Baghdad ini dikenal sebagai kampung halaman Saddam Hussein dan basis terkuat minoritas Sunni. Namun, sejumlah perwira militer Irak mengatakan pada siang hari serangan itu dihentikan.
Di sebelah selatan Tikrit, pasukan pemerintah dihujani tembakan senapan mesin dan mortir dari sekelompok pejuang Arab dan negara asing lainnya yang sudah berpengalaman di medan tempur Suriah dan Irak.
Di sebelah barat kota, ladang ranjau dan para penembak jitu ISIS, membuat pasukan Irak kesulitan mendekatin pusat kota dalam upaya mengusir kelompok ekstremis itu. Warga kota Tikrit yang bisa dihubungi lewat telepon mengatakan anggota pasukan ISIS terlihat masih mengendalikan posisi mereka dan masih terlihat berpatroli di jalanan kota.
Sebelumnya, pasukan Peshmerga Kurdi dengan bantuan serangan udara AS berhasil merebut kembali bendungan Mosul yang sangat vital karena menjadi pemasok utama listrik di wilayah utara Irak. (*)