GUNUNG SLAMET SIAGA
Kebakaran Hutan Akibat Lava Gunung Slamet Jangkau 4 Km
Kebakaran Hutan Akibat Lava Gunung Slamet Jangkau 4 Kilometer dari puncak (11/9)
"Masyarakat agar tidak panik dan menjauhkan isu yang tidak jelas sumbernya. Tetap memperhatikan arahan BPBD," jelasnya.
Pengamat di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sukedi menambahkan, ada peningkatan aktivitas magma.
Di antaranya, terjadi letusan abu vulkanik yang diikuti suara dentuman. Bahkan suara dentuman hingga terdengar sampai radius 17 km. "Suara dentuman mengetarkan kaca rumah," tambahnya.
Camat Pulosari, Pemalang, Wibowo menerangkan, kondisi akhir meningkatnya Gunung Slamet, terjadi dentuman keras sekali. "Masyarakat jangan menjadikan resah. Kami mengimbau warga tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa namun tetap waspada," jelasnya.
Menurutnya, telah disiapkan jalur evakuasi pada 7 desa. Di antaranya, Siremeng, Clekatakan, Batursari, Penakir, Jurangmangu, Gambuhan, Gunung Sari. "Total ada 9.221 KK dan 34.120 jiwa," jelasnya.
Untuk pokso pengungsian ada di beberapa tempat. Di antaranya, Desa Karangsari yakni di Lapangan Dukuh Pasuruan dan SMP Negeri 2 dan di Desa Gombong Kecamatan Belik. "Di posko pengungsian Desa Pasuruan dapat menampung 16.000 jiwa dan di Desa Gombong bisa menampung 18.000 jiwa," jelasnya. Hendra menambahkan, status Gunung Slamet masih dalam level III atau Siaga. "Status masih siaga, batas jangkauan aman di luar 4 km," katanya. (tribuncetak/Nug/ysn)