Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perlunya Inovasi dalam Pembangunan Pelabuhan di Indonesia.

Berbicara mengenai pembangunan infrastruktur, Indonesia masih sangat berpotensi untuk pembenahan

Editor: rustam aji

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berbicara mengenai pembangunan infrastruktur, Indonesia masih sangat berpotensi untuk berbenah dalam pembangunan infrastruktur khususnya pelabuhan.

Hal ini dibahas dalam Seminar Nasional Student Civil Engineering Festival (SCEF) yang mengangkat topik Inovasi Pembangunan Pelabuhan di Indonesia, Senin (15/9) bertempat di Gedung Prof Soedharto,SH. Undip.

Acara yang dihadiri 500 peserta ini menghadirkan pembicara E.E Mangindaan, Menteri Perhubungan RI tapi berhalangan hadir,  Dani Rusli Utama, Direktur Utama PT. PPI, Dr. Ir. Ananta Sofwan, Team Leader Ahli Struktur Proyek Terminal Kalibaru, dan Ir. Pande Ketut Gede K, GM PT. PP Proyek Kalibaru dan ratusan mahasiswa dari ITB, Universitas Tarakan, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Pasuruan.

Alasan pemilihan tema ini menurut Yozan selaku ketua panitia, Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar dalam hal transportasi laut, jalur perdagangan terkuat juga ada di laut namun kurang dipedulikan oleh pemerintah dengan belum adanya pelabuhan bertaraf internasional.

Diharapkan seminar ini dapat membuka wawasan orang-orang khususnya mahasiswa teknik sipil tentang perlunya inovasi dalam pembangunan pelabuhan di Indonesia.

"Kini pulau Jawa akan memiliki pelabuhan bertaraf internasional dengan dibangunnya pelabuhan Kalibaru yang berlokasi tak jauh dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Pembangungan pelabuhan Kalibaru yang telah mencapai 50 persen akan membuka peluang emas bagi kemajuan perdagangan jalur laut di Indonesia,"  terang Muhammad Afif Ridwan, Alumni  D3 Sipil Undip yang turut hadir dalam seminar nasional ini. 

Acara yang diadakan oleh komunitas Sipil Masuk Desa ini sangat menarik dan bermanfaat untuk disimak, karena selain pemaparan materi yang berkualitas, beberapa kelompok mahasiswa dari  Undip, UGM, ITB dan lainnya didapuk untuk memamerkan karya mereka yang inovatif bagi perkembangan teknologi. Seperti Bagus Dwi Cahyo dan Rizki Dewantoro,  mahasiswa dari Teknik Mesin UGM menampilkan replika senjata otomatis yang mampu membidik dan menembak sasaran tanpa perlu dikendalikan manusia.

"Senjata ini adalah replika dari senjata yang sering digunakan tentara Amerika ketika berperang. Kami menggunakan teknologi background substraction. Kami juga sangat senang bisa diundang di acara ini, karena itu kami bisa menunjukkan hasil karya tim  Explorer of Mechanical UGM," ucap Bagus yang sangat bangga karena hasil karyanya paling banyak dilihat pengunjung.

Banyak mahasiswa yang hadir mengharapkan acara seperti ini bisa dilakukan rutin tiap beberapa bulan sekali untuk menambah wawasan di bidang teknik sipil.

"Biarpun saya alumni tapi saya selalu tertarik dengan informasi terbaru di dunia teknik sipil, bekerja sebagai kontraktor membuat saya harus selalu meng-update wawasan saya tentang perkembangan dalam dunia konstruksi, apalagi topik pelabuhan sangat jarang dibahas dan sangat menarik jika dirutinkan," ucap Hendra Pratama, alumni Teknik Sipil Undip.(vania)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved