SMART MONEY
Yohana Kapok Berinvestasi di Sistem Money Game
Yohana Kapok Berinvestasi di Sistem Money Game
Penulis: hesty imaniar | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Investasi online dipilih Yohana Ayu Suryani. Sayang, investasi yang keuntungannya ditentukan dari kurs rupiah terhadap dolar dan jumlah investor itu hanya dijalani selama enam bulan.
"Awalnya karena ajakan teman yang lebih dulu berinvestasi. Ketika melihat keuntungan yang ditawarkan lumayan, saya tertarik ikut berinvestasi," katanya kepada Tribun Jateng, beberapa waktu lalu.
Hana mengakui, investasi yang diikuti bersifat money game. Dia menyetorkan uang senilai Rp 5 juta ke sebuah rekening dan dijanjikan keuntungan 10-30 persen per bulan. Di lima bulan pertama, Hana mendapat keuntungan Rp 1,5 juta per bulan. Namun, di bulan keenam, dia hanya mendapat keuntungan Rp 500 ribu.
"Karena yang ikut investasi ini semakin banyak, pembagian keuntungan jadi semakin sedikit. belum lagi, sistem mulai error. Dari situ, saya memutuskan berhenti," lanjut wanita yang juga seorang ballerina ini.
Melihat kemungkinan dana investasi hilang, Hana menghentikan. Dia juga tidak lagi berminat berinvestasi di sistem yang berisiko tinggi. Termasuk, bursa saham atau saham berjangka. Hana memilih tabungan deposito yang lebih aman. "Juni lalu saya membuka tabungan deposito. Berikutnya, ingin berinvestasi di bisnis kecantikan. Alasannya, saya bergerak di dunia kecantikan sehingga ingin memiliki usaha kecantikan," sambungnya.
Hana menjelaskan, investasi seperti ini tidak menimbulkan kecemasan karen tingkat kerugian yang ditimbulkan tidak besar. "Uang yang saya gunakan membuka tabungan deposito adalah keuntungan dari investasi di money game sebelumnya. Uang itu sudah termasuk plus uang pokok," kata wanita yang hobi makan steak daging ini.
Dari total penghasilan bulan, Hana mengalokasikan 30 persen untuk berinvestasi. Bentuknya, tabungan biasa, deposito dan arisan. Hana tetap membuka tabungan reguler karena pertimbangan bisa diambil kapanpun dia membutuhkan uang. Sementara, Hana mengikuti arisan karena melatih diri bertanggungjawab dan disiplin mengalokasikan uang setiap bulan. "Keuntungan dari investasi deposito memang tidak besar. Berbeda jika berinvestasi saham yang membutuhkan modal dan menawarkan keuntungan besar. Tapi, perlu diingat, risikonya juga besar," ujar Hana. (tribuncetak/hei)