Breaking News:

DPRD KOTA SEMARANG

Anang Minta Kajian Kebutuhan Puskesmas di Kota Semarang

Anang Minta Kajian Kebutuhan Puskesmas di Kota Semarang

Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: iswidodo

Laporan Tribun Jateng, Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- DPRD Kota Semarang meminta Dinkes  melakukan kajian sebaran layanan kesehatan di Kota Semarang. Anggota komisi D, Anang Budi Utomo mengatakan perlu ada pemetaan daerah mana di Semarang yang membutuhkan tambahan Puskesmas atau tidak.

"Sehingga cakupan pelayanannya semakin merata dan mendekat ke masyarakat," katanya, Selasa (4/11/2014).

Pemerataan perlu apalagi dengan model BPJS saat ini. Dari data yang dilihatnya, biaya pelayanan antarpuskesmas saat ini masih jomplang. Biaya pelayanan masing-masing pelayanan tampak disparitas yang cukup tinggi.

Anang menyebut dalam setahun ada puskesmas yang menerima dana pelayanan hingga Rp 1,89 miliar (puskesmas Bandarharjo) dan Rp 1,6 miliar (puskesmas Pandanaran). Namun ada puskesmas yang yang menerima hanya Rp 175 juta per tahun.

Ia menjelaskan ada jatah sekitar 40 persen dari total dana itu yang bisa jadi pendapatan Puskesmas. Bayangkan jika ada satu Puskesmas menerima 40 persen dari Rp 2,5 miliar. Lalu, jumlah pegawai hanya delapan orang. Bagaimana nasib puskesmas yang hanya menerima ratusan juta?

"Pasti ada kecemburuan, lalu beban kerja masing-masing PNS juga akan terlampau berbeda satu sama lain," katanya.

Terkait dengan kebutuhan puskesmas di Tambaklorok, ia mengatakan hal itu bisa diketahui dari hasil kajian itu. Jika pun butuh akan diketahui dari studi kelayakan yang sudah diminta DPRD ke Dinkes.
"Kalau memang masalahnya tanah, pemkot bisa menyediakan. Kalau niat lho," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved