Harga BBM Naik
Bus Pariwisata Naik Rp 500 ribu
Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memicu kenaikan harga perjalanan tour dan travel yang menggunakan jalur darat.
Penulis: dini | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memicu kenaikan harga perjalanan tour dan travel yang menggunakan jalur darat.
Marketing Communication Manager Nusantara Tour Semarang, Dimas B Prasetia, memaparkan konsumen yang memesan jasa rental mobil akan dikenakan harga baru, namun dia belum bisa menyebutkan nominal kenaikan tersebut.
"Semisal sebelum naik BBM, tarif sewa mobil avanza dan pengemudi satu hari sebesar Rp 600 ribu, namun sejak dua hari ada perubahan harga, karena menyesuaikan. Kenaikan berapa saya belum bisa memastikan, karena saat ini masih dihitung," ucapnya saat ditemui Tribun Jateng di Plasa SimpanglimaBlok C/6, Rabu (19/11).
Dimas menambahkan biaya paket wisata juga nanti akan naik. Namun, lagi-lagi dia belum tahu kenaikan paket wisata. Dia berujar paket wisata terdiri dari banyak komponen, baik restoran, hotel, tiket, perjalanan.
"Semua masih dikalkulasikan, jadi belum bisa dipastikan kenaikan berapa," terangnya.
Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata (ASITA) Jawa Tengah, Joko Suratno memaparkan, komponen industri pariwisata yang menggunakan bus sudah menaikan harga, sejak diterapkan kenaikan BBM pada Selasa (19/11) sebesar Rp 500 ribu.
Rata sudah menjadi Rp 2,750 juta dari Rp 2,250 juta. Kenaikan ini tentu juga dibarengi komponen lain, semisal Restoran yang sudah menyesuaikan harga.
"Kalau kenaikan BBM Rp 2 ribu, saya kira tidak terlalu berdampak di bisnis biro perjalanan. Kepentingan pariwisata, sudah menjadi tren juga kebutuhan. Bisnis ini lebih dipengaruhi situasi politik dan bencana alam," ucapnya.
Joko mengaku dunia pariwisata tidak membuat strategi tertentu menghadapi kenaikan BBM, mengalir apa adanya.
Dia berpendapat, klien akan memahami karena kenaikan BBM berlaku secara nasional.
"Dampak di bisni pariwisata yang mencolok hanya transportasi darat, kalau udara dampaknya tidak langsung. Saya memprediksikan paket wisata akan naik sekitar 20 sampai 30 persen, menyesuaikan efek kenaikan BBm," pungkasnya. (*)