REVITALISASI PASAR
Ny Wahyono Menangis Mengadu ke Hendi, Kenapa Kios Terlalu Sempit
Ny Wahyono pedagang Pasar Bulu menangis mengadu ke Hendi, Kenapa Kios Terlalu Sempit
Penulis: adi prianggoro | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang pedagang Pasar Bulu, Ny Wahyono (68), menangis di hadapan Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Senin (15/12/2014) siang. Ny Wahyono khawatir jatah lapak yang akan didapatkkannya di Pasar Bulu yang baru itu berukuran kecil.
"Saya berjualan sejak tahun 1963, dulu lapak saya ukurannya 12 meter persegi. Tapi sekarang saya lihat ukuran lapak kok hanya 1,5 meter x 1 meter saja. Jangan terlalu sempit (lapaknya) Pak," kata Ny Wahyono seraya menangis di depan Hendi.
Peristiwa itu terjadi saat Hendi, demikian sapaan akrab walikota, melakukan kunjungan mendadak tanpa diikuti oleh pejabat lainnya. Hendi blusukan ke kios-kios pedagang yang berada di Jalan Cokroaminoto, di samping timur persis Pasar Bulu.
Beberapa pedagang yang kaget dengan kedatangan Hendi juga menyampaikan keluhan serupa kepada orang nomor satu di Semarang tersebut. Mendengar banyak keluhan pedagang, Hendi langsung menelpon Kepala Dinas Pasar Triyoto Sardjoko, dan memintanya datang ke Pasar Bulu.
"Selama berjualan di tempat darurat di Jalan Cokroaminoto pembelinya sepi dan sering tombok. Saya berharap mendapatkan tempat kembali dan tempatnya tidak sempit," tambah Ny Wahyono.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan Yati (65), pedagang beras yang sejak tahun 1970 berjualan di Pasar Bulu. "Kabarnya ukuran kios kecil-kecil. Kalau memang ukuran kecil, kami siap untuk memboikot dan tidak bersedia pindah," kata Yati.
Hendi pun buru-buru memberikan penjelasan. "Semua pedagang akan mendapatkan kios yang ukurannya sesuai dengan tempat berjualan dulu. Misalnya dulu 6 meter persegi maka akan mendapatkan kios ukuran 2x3 meter persegi," kata Hendi. Para pedagang direncanakan akan menempati Pasar Bulu, mulai 23 Desember 2014. (*)