Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

ISIS Sandera Kafe di Australia

Polisi Australia Serbu Kafe Lokasi Penyanderaan, Dua Orang Tertembak

Setelah berlangsung hampir 15 jam, kepolisian Australia akhirnya menyerbu kafe Lindt, Sydney yang menjadi lokasi penyanderaan,

Editor: rustam aji

TRIBUNJATENG.COM, SYDNEY - Setelah berlangsung hampir 15 jam, kepolisian Australia akhirnya menyerbu kafe Lindt, Sydney yang menjadi lokasi penyanderaan, Senin (15/12/2014) malam. Menurut stasiun televisi CNN sedikitnya dua orang tertembak.

Siaran langsung stasiun televisi CNN menampilkan pasukan khusus kepolisian melepaskan tembakan ke dalam kafe sementara para sandera berhamburan keluar yang langsung diamankan petugas. Terdengar suara rentetan senjata dan ledakan dalam penyerbuan itu.

Sejauh ini belum diketahui akhir drama penyanderaan itu serta nasib pelaku penyanderaan dan apakah semua sandera berhasil diselamatkan. Penyanderaan terjadi sejak Senin pagi dan aparat kepolisian telah menutup kawasan di sekitar lokasi penyanderaan.

Sebelumbya, sumber di kepolisian Australia mengatakan penyandera adalah seorang pengungsi asal Iran yang kerap mengirimkan surat bernada penuh kebencian kepada para janda tentara Australia yang tewas di luar negeri.

Sumber itu juga mengatakan pria Iran bernama Harun Munis itu tengah menghadapi sejumlah dakwaan terkait pelecehan seksual. Munis, yang juga dikenal dengan nama Sheikh Harun, tahun lalu didakwa terlibat pembunuhan mantan istrinya yang tewas ditikam dan dibakar di sebuah apartemen di Sydney.

Pada 2012, pengadilan memutuskan Munis bersalah karena mengirimkan surat berisi ancaman dan penghinaan kepada delapan janda tentara Australia yang tewas di Afganistan. Sejumlah media Australia mengabarkan aksi pengiriman surat itu adalah bentuk protes Munis terhadap keterlibatan Australia dalam perang di Afganistan.

Awal tahun ini, Munis yang menyebut dirinya sebagai seorang "penyembuh spiritual" didakwa melakukan serangan seksual terhadap seorang perempuan Sydney pada 2002. Dia dijerat tuduhan serupa pada Oktober lalu.

Dalam situs pribadinya terdapat foto-foto jasad anak-anak yang menurut pria ini dibunuh tentara Australia dan AS. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved