Bisnis Esek esek di Kalangan Pelajar
Siswi SMA di Demak Patok Rp 300 Ribu Sekali Kencan
Seorang siswi SMK swasta di Kota Semarang kedapatan sedang berduaan bersama pria di kamar hotel melati di Jalan Imam Bonjol, kawasan Stasiun Poncol
Penulis: muh radlis | Editor: rustam aji
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang siswi SMK swasta di Kota Semarang kedapatan sedang berduaan bersama pria di kamar hotel melati di Jalan Imam Bonjol, kawasan sekitar Stasiun Poncol, Sabtu (13/12) dini hari. Saat digelandang ke truk Satpol PP Kota Semarang, siswi berinisial B (16) tersebut mengelak telah berbuat mesum.
"Cuma bertemu pacar, lalu diajak ke hotel. Kami baru masuk (kamar)," katanya, yang mengaku masih duduk di bangku kelas II SMK.
Meski mengelak melakukan praktik jual diri, B dan pasangannya tetap digelandang ke kantor Satpol PP Kota Semarang. Selain mereka, pasangan lain yang juga kepergok berada di kamar hotel pun diamankan.
Tak hanya mengamankan pasangan kekasih, dini hari itu, Satpol PP Kota Semarang mengangkut pula sembilan wanita pekerja seks komersial (PSK) dan pemandu karaoke liar di daerah Tanggul Indah, Gayamsari, Kota Semarang.
Saat melakukan pengamanan, petugas mendapat perlawanan dari seorang wanita. Ia menolak diangkut ke truk.
Wanita yang diketahui bernama Nur Ika, warga Dusun Getos, Grobogan, tersebut membentak dan bersikeras bukan sebagai pemandu karaoke ataupun PSK. Ia mengaku berada di lokasi untuk mengunjungi seorang rekan.
Meski begitu, petugas tetap menggelandangnya. Para pemandu karaoke dan PSK itu, menurut rencana, dikirim ke panti sosial di Solo.
Sementara tiga pasangan kekasih yang kepergok di kamar hotel, akan dipertemukan dengan keluarga masing-masing. Petugas memanggil keluarga mereka supaya ikut memberi pembinaan.
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudjo Martanto, mengatakan, operasi serupa akan rutin dilakukan menjelang Natal dan Tahun Baru. Tujuannya untuk menekan angka prostitusi dan peredaran minuman keras.
Jual diri via medsos
Perilaku menyimpang para remaja wanita bukanlah kabar baru. Beberapa waktu lalu, Tribun Jateng melakukan penelusuran terkait keberadaan para siswi SMP dan SMA yang sudah mulai terjun di dunia prostitusi.
Seorang pelajar kelas II SMA di Demak, sebut saja Dewi (nama samaran, Red), mengaku sudah mengenal dunia esek-esek sejak setahun terakhir. Tribun Jateng berkenalan dengannya melalui media sosial atau medsos Facebook.
Seolah akan menggunakan jasa, Tribun Jateng bertanya kepada Dewi mengenai tarif yang dipatok untuk sekali kencan. Ia pun menyebutkan angka Rp 300 ribu.
"Tarif sebesar itu belum termasuk hotel. Kalau tidak ada hotel, saya yang nunjukkin. Tapi, pelanggan yang bayar," ucapnya, kemarin.
Dewi lalu melakukan jumpa darat dengan Tribun Jateng di sebuah kafe di Jalan Sultan Trenggono, Demak. Ternyata, selama ini, ia membuka lapak melalui beberapa akun Facebook.