Gerhana Matahari Total 2016 di Indonesia Siap Dijual lewat Paket Wisata
Gerhana Matahari total bakal terjadi pada 9 Maret 2016. Walaupun masih 1,5 tahun lagi, Indonesia kini sudah bersiap-siap untuk "menjual" gerhana
Poernomo Siswoprasetijo, CEO PATA Indonesia Chapter, mengungkapkan kemungkinan untuk mengembangkan aktivitas wisata terkait gerhana. "Seperti, pemecahan rekor saat gerhana, jazz route to gerhana, kerjasama dengan travel agent," katanya.
PATA dan sejumlah pemangku kepentingan akan menggodog lagi paket dan aktivitas yang bisa dikembangkan. Menurut Poernomo, fenomena gerhana 2016 adalah ajang untuk memperkenalkan destinasi wisata di daerah.
Andi Mulhanan, Wakil Walikota Palu, menganggap gerhana Matahari 2016 sebagai ajang untuk memperkenalkan destinasi wisata daerah. "Seperti Palu ini daerah yang unik sebenarnya, tetapi belum banyak travel agent yang menjual," ungkapnya.
Menurut Andi, sejumlah paket wisata sebelum dan sesudah gerhana bisa dikembangkan oleh para agen perjalanan. "Banyak sekali obyek wisata yang bisa dikaitkan dengan gerhana," ujarnya.
Ia mencontohnya, paket wisata ke situs megalitikum di Lore Lindu dan menyelam di Teluk Tomini bisa digarap. "Di Teluk Tomini, ada karang-karang berbentuk terompet. Kalau di Raja Ampoat kita hanya bisa melihat, di sini kita bisa masuk," jelasnya.
Bambang Nugraha, Sekretaris Dinas Pariwisata Palu, mengungkapkan, Palu saat ini akan siap-siap untuk menyambut gerhana 2016. Pihaknya akan bekerjasama dengan hotel untuk meningkatkan pelayanan.
"Sudah ada lima hotel besar yang siap menampung. Kita juga akan ajak hotel kelas melati untuk meningkatkan layanannya. Minimal kamar nyaman, aman dan ada koneksi internet," ungkapnya.
Saat ini, pada tanggal terjadinya gerhana, sejumlah hotel telah dipesan. Wisatawan dari Jepang telah memesan 55 kamar, Amerika Serikat 260 kamar, dan Inggris 75 - 100 kamar.
Untuk tempat pengamatan gerhana, terdapat wilayah Bumbasa dan sepanjang teluk kota Palu yang bisa dimanfaatkan. Bambang akan menyiapkan tempat itu agar bisa menampung wisatawan dalam jumlah lebih besar.
Mahasena mengungkapkan, potensi wisata gerhana benar-benar perlu ditangkap. Saat ini, sudah ada beberapa agen perjalanan yang menggarap paket wisata gerhana Matahari total 2016. "Tapi belum ada yang berasal dari Indonesia," katanya.
Salah satu tour digelar dengan Hollad America Line's Volendam bersama tim dari majalag Sky & Telecope. Tour dengan durasi waktu dari 1- 17 Maret 2016 itu dibanderol dengan harga antara 1.999 - 9.499 dollar AS.
Pemerintah perlu menyiapkan diri. Saat gerhana terjadi tahun 1983 lalu, pemerintah tidak siap menyambut. Malah, muncul larangan untuk tidak melihat gerhana karena mengakibatkan kebutaan. "Jangan sampai terjadi lagi," imbuh Mahasena.
Buddi Santoso, Branch Manager PT Pelni, menjelaskan bahwa bisnis wisata dengan kapal sangat menjanjikan. Selama ini, Indonesia hanya memetik sedikit keuntungan karena wisata ke daerah dengan kapal banyak dilakukan oleh agen dari luar negeri.
"Untuk satu orang dengan kapal pesiar biayanya bisa 14.000 dollar AS. Sementara, kita hanya mendapatkan 1.500 dollar AS total. Bayangkan, sedikit sekali," ungkap.