Pasar Bulu Semarang
Rachmat Gobel Pesan Pedagang Pasar Bulu Jual Produk Lokal
Rachmat Gobel Pesan Pedagang Pasar Bulu Jual Produk Lokal
Penulis: rival al manaf | Editor: iswidodo
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah menandatangani Prasasti pembukaan Pasar Bulu Semarang, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel yang mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam khas Kabinet Kerja langsung masuk dan memotong pita di pintu gerbang utama sebagai tanda telah dibukanya pasar yang sudah direnovasi sejak tahun 2012 itu.
Disambut dengan grup rebana ibu-ibu ikatan pedagang Pasar Bulu, dia sempat berfoto terlebih dahulu dengan pemain dan penyanyi Rebana.
Setelah itu, Rachmat Gobel sempat mengunjungi kios yang masih tertutup dan membukanya bersama pemiliknya. "Semoga laris," ucap Rachmat Gobel.
Setelah itu dia melanjutkan mengelilingi sebagian toko-toko sembako dan berinteraksi dengan penjual.
"Pesan saya semoga pasar ini bisa mengedepankan produk-produk lokal, jangan perdagangkan barang impor, begitu juga barang tidak ber SNI," jelasnya kepada para awak media.
Dengan tidak menjual produk impor menurutnya akan mendukung dan ikut mempromosikan produk lokal. "Penjual batik, jamu, beras lokal butuh dukungan itu," imbuhnya.
Dalam sambutanya Rachmat Gobel menyatakan kedatangannya bukan untuk meresmikan Pasar Bulu. Dia ke kota Semarang untuk berterimakasih kepada pemerintah daerah.
Menurutnya, Pemerintah Pusat tidak akan berjalan jika Pemda tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. "Jika pemdanya tidak bekerja pasti pasar ini tidak jadi bersih seperti sekarang," ucapnya dalam sambutan.
Harapannya adalah Pasar Bulu bisa mengedepankan produk lokal agar terus diminati masyarakat. Gobel menambahkan. Pasar Bulu merupakan perwujudan satu dari 5.000 pasar yang akan di dirikan pemerintahan Jokowi. (*)