Liputan Khusus
Pelatih Ajak Pemain Makan di Restoran Usai Dapat Hadiah Turnamen
Pelatih Kepala PPLP jawa Tengah cabang sepakbola, Ashadi langsung menggelengkan kepala saat ditanya soal asupan gizi anak asuhnya.
TRIBUNJATENG.COM - Pelatih Kepala Pusat Pelatihan dan Pendidikan Pelajar (PPLP) jawa Tengah cabang sepakbola, Ashadi langsung menggelengkan kepala saat ditanya soal asupan gizi anak asuhnya.
Ia meminta untuk tidak membandingkan asupan gizi antara Jateng dengan di luar negeri. "Beda jauh, di sana ada ahli gizi yang memantau sampai dapur. Menunya bervariasi dan detail, " katanya saat ditemui di kantornya, pekan lalu.
Meskipun begitu, ia menilai saat ini gizi yang disajikan dalam menu harian atletnya termasuk mencukupi. Apalagi semenjak PPLP dijadikan satu di Jatidiri Semarang, menunya lebih terkontrol.
Ketika ditanya apakah menu gorengan dan teh hangat masih sering disajikan, ia tidak mengiyakan ataupun menolak.
Pria berkumis itu justru menjawab menu saat ini jauh lebih baik dibanding saat PPLP masih di Salatiga. Dulu menu hanya untuk tiga cabang olahraga.
Kini, menu untuk atlet PPLP di Jatidiri sama semuanya sejak 1 Januari 2015. Namun lebih terkontrol dibanding saat di Salatiga.
Pada 2014, menu sempat disoroti. Tapi sejak awal 2015, menunya mulai ada perbaikan. Menurutnya, yang perlu mendapat perhatian adalah gulat karena sepi kompetisi.
"Lumayanlah, sekarang tiap pagi kacang hijau dan kadang-kadang susu, mendingan. Tapi kalau ikut standar Eropa ya bertahap, engga tahu berapa tahun lagi," katanya lalu tersenyum.
Ashadi tidak tahu apakah rekanan penyedia katering paham soal gizi atlet atau tidak. Ia justru bertanya apakah katering yang dipakai itu jenis katering pesta atau memang untuk atlet.
Di luar hal itu, untuk menghibur anak asuhnya, Ashadi biasanya mengajak makan besar di restoran, di luar makan keseharian. Uang hadiah turnamen yang diikuti disimpan sebagai uang kas untuk makan bersama. "Kalau mau ke KFC ayo," katanya.(tribun jateng cetak)