Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

SUCCESS STORY

Kalau Masuk Sekolah Model Di Totok Shahak Diajari Begini

Kalau Masuk Sekolah Model Di Totok Shahak Diajari Begini

Penulis: muslimah | Editor: iswidodo
tribunjateng/hermawan endra wijanarko
Kalau Masuk Sekolah Model Di Totok Shahak Diajari Begini 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Totok Shahak pemilik Totok Shahak Modelling School di Semarang memberikan pelatihan atau pengajaran terhadap murid-murid model sebagai berikut.

Sebenarnya, apa saja yang diajarkan di Totok Shahak Modelling School?
Materi dasar seputar menjadi model. Mulai basic langkah di atas catwalk, blocking, cara membawakan busana berbagai tema, mulai gaun malam, busana kasual, untuk kerja dan gaun pengantin.

Kemudian, ekspresi dan penjiwaan, serta arah pandangan. Agar busana yang dibawakan terlihat menarik, seluruh anggota tubuh harus berbicara. Bahkan, kami memperhitungkan seberapa tinggi dagu terangkat dan bagaimana tangan melambai.

Saat memutuskan terjun ke dunia modelling, artinya orang atau anak tersebut harus memiliki mental kuat, kepercayaan diri, kesabaran, dan sifat rendah hati. Sebagai misal, sabar didandani selama berjam-jam kemudian menunggu giliran tampil.

Saat sudah menjadi brand ambasador untuk sebuah produk, sikap rendah hati dan bisa bekerja sama dengan semua pihak juga harus tetap dijaga. Jika sedikit saja sifat sombong datang, semua akan berubah. Tawaran dan kerja sama bisa berhenti. Nilai-nilai seperti ini sangat bagus ditawarkan dalam kehidupan sehari-hari.

Yang juga saya tekankan, meski menekuni dunia modelling, sekolah tetap utama bahkan harus berprestasi. Kami menawarkan paket modelling satu minggu dua kali setiap Jumat dan Senin mulai pukul 16.00. Satu paket berlangsung selama tiga bulan dengan biaya Rp 1,5 juta.

Saat bertemu seseorang, Anda bisa langsung melihat apakah ia berbakat menjadi model handal?
Pengalaman mengajarkan saya. Itu sangat terlihat. Dari sisi fisik, model wanita sekarang minimal harus memiliki tinggi 172 cm untuk bisa berjalan di runway. Sementara, model pria minimal 185 cm. Kurang dari itu, saya arahkan ke model foto. Sebenarnya, yang dicari seseorang yang memiliki karakter. Itulah yang membedakan model zaman sekarang dan dulu. Zaman dulu, Okky Asokawati, Ratih Sanggarwati dan Titi Qadarsih bisa bertahan lama karena setiap orang memiliki satu karakter. Sulit tergantikan. Zaman sekarang, setiap model memiliki karakter serupa sehingga datang dan pergi begitu saja.

Dunia modelling di Jateng kurang bergairah jika dibandingkan kota besar lain seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung. Kenapa?
Sekali lagi, itu masalah karakter. Di Semarang, kebanyakan masih tertipu pada sekadar wajah yang molek atau penampilan luar. Sementara, yang paling penting saat menjadi model adalah karakter. Tapi, sekarang perkembangannya sudah mulai bagus. Apalagi, desainer asal Semarang dan sekitarnya juga semakin banyak dan kiprah mereka mulai diakui di kancah nasional. Ini menjadi angin segar dan momentum yang harus dimanfaatkan untuk membuat Semarang setara dengan kota besar lain dalam dunia modelling.

Itukah kunci sukses anda bertahan selama 23 tahun? Mendidik model yang berkarakter?
Saya memberi akses pada para model untuk bisa berkiprah di Jakarta melalui koneksi yang saya miliki. Mereka juga saya ikut sertakan ke berbagai even sehingga prestasi bisa diraih. Saya ini menjual jasa, karenanya imej harus selalu dijaga. Tanpa itu, sekolah yang saya dirikan akan ditinggalkan. Saya mencoba memberi contoh kepada para murid, bukan sekadar berbicara tanpa bukti. Itulah yang paling utama. Tapi pada prinsipnya, saya mengalir saja, seperti air.

Sampai kapan anda ingin berkecimpung di dunia modelling?
Masih banyak yang ingin saya wujudkan. Sebagai misal, membuat sekolah yang lebih representatif. Saat ini, studio Totok Shahak Modelling School dari sisi luas, 4x6 meter, belum representatif karena idealnya seluas 8x10 meter. Semoga, suatu saat bisa terwujud. Dunia modelling telah mengantarkan saya hingga bisa seperti sekarang. Saya sangat mencintai dan akan berkiprah di dalamnya sampai akhir hayat. Saya ingin menghasilkan model-model terbaik yang memiliki karakter dan berkepribadian kuat. (tribunjateng/muslimah)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved