Berita Semarang
ASN Kota Semarang Wajib Jadi Anggota Koperasi Merah Putih, Simpanan Pokok Dijadikan Modal KKMP
Pemerintah Kota Semarang menerbitkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang menerbitkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) ber-KTP Kota Semarang untuk bergabung sebagai anggota Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di kelurahan masing-masing.
Wali Kota Semarang, Agusina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa keanggotaan ASN dalam koperasi tersebut akan dipantau langsung oleh kepala dinas dan kepala bagian di tiap instansi.
"Itu akan dipantau Kepala Dinas dan Kabag masing-masing. Saya kira itu akan jadi efektif ya, karena mereka enggak bakal rugi setiap tahun akan dapat SHU (sisa hasil usaha) kok dan ini memajukan," kata Wali Kota di sela mendamipingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan Zulkifli Hasan di KKMP Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kamis (28/8/2025).
Agusina menambahkan, kewajiban tersebut hanya berlaku bagi ASN yang berdomisili di Kota Semarang.
Sementara ASN yang tinggal di luar wilayah kota tidak termasuk dalam aturan ini.
Lebih lanjut, Pemkot menegaskan bahwa kepesertaan ASN di koperasi akan menjadi salah satu aspek monitoring kinerja pegawai di lingkungan instansi masing-masing.
Menurut dia, langkah ini diambil karena koperasi dinilai membutuhkan basis anggota yang kuat agar dapat mandiri dan berkelanjutan.
Simpanan pokok dari para ASN diharapkan menjadi modal awal koperasi untuk menjalankan usaha produktif.
"Jadi kalau misalnya di Gedawang ini katakanlah ada 300-400 ASN ya dia harus jadi anggota.
Ini kalau bayar simpangan pokok berarti koperasi ini paling tidak dia sudah punya uang Rp100.000 dikali 300.
Ini bisa dipakai muter, bisa dipakai untuk modal," lanjutnya.
Ia menyebut, koperasi harus mampu menunjukkan manfaat kepada anggotanya agar menarik lebih banyak partisipasi.
"Wah, ini wis pokoknya enak dan enak lah. Ikut, ikut ini menurutku ya.
Yang pertama sama ya, menurut saya, nomor satu ini: anggotanya dibanyakin," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini telah dilaksanakan pelatihan manajemen koperasi selama tiga hari sejak Selasa hingga Kamis, yang mencakup pelatihan manajemen keuangan, usaha, dan administrasi kepada 177 peserta.
Menurutnya, jika manajemen koperasi tertata dan jumlah anggota mencukupi, maka koperasi akan berjalan baik.
"Ini sebenarnya semua (KKMP) sudah aktif ya, tetapi yang punya unit usaha seperti ini baru sembilan.
Salah satunya Gedawang. Ini Gedawang ini paling gede," terangnya. (idy)
Deteksi Polutan Transparan, Peneliti Smart Materials Research Center Undip Raih Gelar Doktor |
![]() |
---|
Kuliah Umum FTI Universitas PGRI Semarang Tekankan Pentingnya Penerapan K3 di Dunia Konstruksi |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Jumat 29 Agustus 2025: Sebagian Besar Hujan Ringan |
![]() |
---|
Jejak Gedung Kawasan Kota Lama Semarang yang Terbakar, Bagian dari the Big Five di Awal Abad 20 |
![]() |
---|
Jurnalis FC Gandeng SSB Emerald Semarang di HUT ke-3, Satukan Kebersamaan di Lapangan Hijau |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.