Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

SUCCESS STORY

Tips Sukses Bisnis EO Ala Ming Ming Owner Mahkota Enterprise

Tips Sukses Bisnis EO Ala Ming Ming Owner Mahkota Enterprise

Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo

Laporan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Berikut ini tips sukses bisnis event organizer. Setidaknya sudah dilakukan dan dialami oleh Ming Ming yang menjalankan bisnis wedding dan event organizer (EO). Dulu dimulai usaha itu dari rumah kini telah memiliki beberapa kantor cabang di Indonesia.

Mahkota Enterprise, jasa penyelenggara acara yang dibangun mendapat kepercayaan masyarakat luas. Khususnya, kalangan menengah ke atas di Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Bali, hingga Kalimantan.

Cita-cita yang ingin direalisasikan?
Sebagai manusia, saya punya keinginan sama seperti manusia lain. Saya belum merasa puas atas pencapaian saat ini. Masih banyak hal yang kurang dan harus bisa direalisasikan secara baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.

Berawal dari nol, dari bilik rumah, saya menjalankan bisnis ini. Lalu bercita-cita memiliki kantor sendiri. Bagaimanapun, menjalankan bisnis di rumah tidak bisa leluasa. Akhirnya, saya bisa memiliki kantor di Ruko Mataram Plaza Jalan MT Haryono Semarang ini. Dari sini saya mengendalikan bisnis ini. Di rasa butuh ada galeri, saya perluas dari satu lokal menjadi dua lokal.

Aambisi pun muncul lagi. Saya ingin klien tidak sekadar di Semarang tetapi dari luar kota pula. Tidak jauh dari Semarang, saya kemudian dirikan kantor cabang di Jalan Hos Cokroaminoto, Yogyakarta. Nah, di kota besar lain, saat ini masih saya pikirkan. Saya tidak bisa grusa-grusu. Banyak hal yang dipertimbangkan termasuk melihat potensi wilayah yang dibidik.

Jujur, yang sedang saya kejar dan ingin direalisasikan di jangka pendek ini adalah memiliki gedung multiguna, representatif digunakan menggelar berbagai kegiatan. Selama ini, kami masih menyewa. Doanya ya, semoga bisa cepat terealisasi impian tersebut.

Tips untuk calon klien atau pemula bisnis?
Yang utama adalah totalitas. Semangat ini tidak bisa ditawar-tawar. Sebuah kepercayaan juga menjadi modal memulai bisnis ini. Tidak cukup hanya bermodal kata "bisa" atau "mampu". Tetapi, harus dibuktikan kepada klien yang telah memberi kepercayaan.

Ilmunya dari mana? Saya rasa, sekarang, mudah memperoleh bekal teori. Banyak universitas atau perguruan tinggi yang memiliki jurusan khusus di bidang Manajemen Event. Bekal teori yang didapat bisa menjadi bekal memulai usaha penyelenggara atau penyedia jasa secara profesional. Tetapi, berdasarkan pengalaman pribadi, 70 persen keberhasilan didapat dari pengalaman. Maksudnya, minimal sudah memiliki pengalaman menangani atau membantu menjalankan event.

Selain profesional, butuh kejujuran dan kesabaran melakoninya. Selain itu, fisik harus selalu prima. Lalu, bagaimana jika tiba-tiba ada kru yang berhalangan? Ya harus mau terjun dan menangani. Artinya, meski saya dianggap sebagai bos, tidak sekadar main komando, tetapi juga siap turun tangan, bekerja bersama mereka.

Untuk klien atau konsumen. Saya sangat mewanti-wanti, waspada ketika hendak mengambil penyedia jasa, apapun even-nya. Perlu teliti dan cermat melihat background penyedia jasa agar tidak membuat kecewa. Terus terang, saya sangat prihatin, di balik menjamurnya penyedia even organizer. Mereka mudah menyebut diri sebagai penyelenggara padahal jika ditelisik, latar belakang mereka hanyalah perias atau pemandu acara. Tidak sedikit dari penyedia jasa bukanlah event organizer tetapi lebih bersifat makelar.

Tidak mudah menjadi event organizer, dijamin capek, dan banyak yang diurus. Karena itu, profesional, bijaksana, penyabar sudah mutlak menjadi bekal. Sebagai prinsip, malulah ketika klien marah atau protes atas kinerja kita. Itu yang membuat kita bekerja menjadi lebih berhati-hati dan detail. (*)

Penghargaan MURI untuk Mahkota Enterprise:

-Tart Pengantin Unik dan Hiasan Jenis Bunga Terbanyak pada Februari 2006
-Peragaan Busana Pengantin Terlama pada Februari 2006
-Makan Malam dengan Peserta Terbanyak pada September 2006
-Pemrakarsa Kubah Terbesar Dekorasi Pernikahan pada November 2007
-Pembuatan Panggung Terbesar pada Desember 2007
-Display Foto Pengantin Terpanjang pada Februari 2013

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved