Stok Beras Di Jateng
Horee, Petani Padi Di Kabupaten Tegal Mulai Masa Panen
Horee, Petani Padi Di Kabupaten Tegal Mulai Masa Panen
Penulis: fajar eko nugroho | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Memasuki bulan Maret minggu pertama, sejumlah petani di beberapa Kecamatan di Kabupaten Tegal Jawa Tengah mulai panen padi. Para petani tersebut kini sibuk memanem bulir padi yang sudah menguning itu.
Petani di Desa Randusari Kecamatan Pagerbarang, misalnya mulai sibuk menebas batang padi di lahan sawah dekat pemukiman mereka.
Petani lainnya tampak sibuk merontokkan bulir padi lalu dimasukkan dalam sak. Gabah yang dimasukkan sak itu lalu diangkut dan dijajarkan di tepi jalan raya setempat.
Menurut Mujib (42) petani di Desa Randusari Kecamatan Pagerbarang mengatakan, hasil panen padi di daerahnya kali ini cukup bagus. Bulir padinya terlihat mentes.
"Harga jual gabah hasil panen kali ini meningkat dari pada masa panen yamg lalu," ujar Mujib, Jumat (6/3/2015).
Dia mengungkapkan, sedikitnya ada 18 hektare lahan sawah di Desa Randusari itu yang mulai panen padi. Setiap satu hektare lahan sawah dapat panen padi sekitar 8-9 ton gabah kering.
"Hasil panen tahun ini meningkat, bahkan peningkatanya hingga 40 persen," imbuhnya.
Lahan pertanian di Desa Randusari sebanyak 53 hektare, namun hanya 30 persen saja yang sudah mulai memasuki masa panen.
"Saat ini harga jual beras kualitas premium di kisaran Rp 9.000-Rp 9.500 per kilogram dan harga beras kualitas super di kisaran Rp 10.500-Rp 11.000 per kilogram," ujar Rudi, pedagang beras Pasar Martoloyo, Kota Tegal. (*)