Berita Jateng
Benteng Jembatan Rel Ganda Prupuk–Linggapura Tergerus Air, Tim Ahli KAI Pasang Barikade Baja
Hujan dengan intensitas tinggi tidak hanya mengguyur wilayah Purwokerto, tetapi juga mengancam kekuatan struktur Jembatan Rel Ganda BH No. 1109.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Ringkasan Berita:
- PT KAI Daop 5 Purwokerto menutup sementara jalur hulu antara Prupuk–Linggapura akibat kerusakan pilar dan talud jembatan yang tergerus debit air sungai yang tinggi.
- Sebagai langkah penanganan, petugas menyiagakan Semboyan 3 di lokasi dan mulai memasang steel sheet pile sebagai proteksi struktur jembatan saat air sedang surut.
- Meskipun perjalanan kereta api terpaksa dilakukan secara bergantian di jalur hilir, KAI menegaskan prioritas utama saat ini adalah keamanan operasional.
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Hujan dengan intensitas tinggi tidak hanya mengguyur wilayah Purwokerto, tetapi juga mengancam kekuatan struktur Jembatan Rel Ganda BH No. 1109.
Debit air sungai yang meluap secara ekstrem telah merusak area pilar dan talut jembatan, memaksa PT KAI Daop 5 Purwokerto untuk menyalakan "alarm bahaya" melalui Semboyan 3.
Di tengah ancaman arus deras, para petugas kini berjibaku melakukan proteksi darurat demi memastikan setiap roda kereta yang melintas tetap berada dalam koridor keselamatan tertinggi.
Baca juga: Purwokerto Jadi Magnet, Arus Penumpang Kereta Melonjak di Awal Tahun 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto memberlakukan penghentian operasional pada salah satu jalur, yakni jalur hulu, di Jembatan Rel Ganda Bangunan Hikmat (BH) No. 1109 antara Prupuk–Linggapura pada Jumat (10/4/2026).
Kebijakan ini diambil sebagai langkah pengamanan menyusul adanya kerusakan pada struktur hidraulika jembatan, meliputi area drempel, pilar, dan talut.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut dipicu oleh tingginya debit air sungai, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Sementara itu, jalur hilir masih dapat dilintasi kereta api tanpa pembatasan kecepatan. Sehingga saat ini perjalanan kereta api melintasi bergantian di jalur hilir.
Pihaknya menambahkan, sudah menerapkan semboyan 3, guna memberi tahu bahwa jalur di depan tidak aman atau terdapat potensi bahaya, sehingga kereta api wajib berhenti sebelum melintasi lokasi.
Perjalanan hanya dapat dilanjutkan setelah dipastikan aman dengan kewaspadaan tinggi sesuai arahan petugas.
Sebagai upaya penanganan, KAI Daop 5 Purwokerto saat ini tengah melaksanakan pekerjaan proteksi menggunakan steel sheet pile.
Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi di lapangan, khususnya saat debit air surut.
KAI Daop 5 Purwokerto terus melakukan pemantauan intensif serta menyiagakan petugas di lokasi guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Upaya perbaikan diharapkan dapat segera diselesaikan agar operasional kereta api kembali normal.
Baca juga: Jalur KA Selatan Bumiayu Kembali Dibuka, Perjalanan Kereta Berangsur Normal Usai Bangunkarta Anjlok
As’ad menegaskan, pemberlakuan Semboyan 3 bersifat sementara dan akan dicabut setelah kondisi dinyatakan aman, termasuk setelah cuaca membaik dan debit air kembali normal.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, termasuk potensi keterlambatan perjalanan. Namun demikian, keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan tetap menjadi prioritas utama,” pungkasya. (Pet).
| Target 10,5 Juta Ton Padi di Jateng Terancam Kemarau Ekstrem El Nino |
|
|---|
| Distribusi Air Bersih Bencana Kekeringan di Jateng Terancam Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi |
|
|---|
| Jateng Masuk Peta Pembangunan Tanggul Raksasa Pantura, Demak dan Semarang Jadi Prioritas |
|
|---|
| Hadapi Kemarau, Provinsi Jawa Tengah Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih |
|
|---|
| Pantura Jateng Masuk Prioritas Awal Penanganan Rob dan Abrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260410_KAI-Daops-5-Purwokerto-saat-melakukan-perbaikan-jalur-kereta-yang-rusak_1.jpg)