Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perubahan Pemberhentian KA Melalui Daop 4 Semarang Per-1 April 2015

Dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) baru yang akan dimulai diberlakukan pada 1 April 2015 ini, ada beberapa perubahan

Tayang:
Penulis: hermawan Endra | Editor: rustam aji

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) baru yang akan dimulai diberlakukan pada 1 April 2015 ini, ada beberapa perubahan dalam hal pemberhentian KA-KA ekonomi jarak menengah ataupun jarak jauh yang melalui wilayah Daop 4 Semarang, diantaranya:

KA Kertajaya (Pasar Turi - Jakarta), KA Matarmaja ( Malang - Jakarta) dan KA Brantas (Kediri - Jakarta) akan berhenti di Stasiun Semarang Tawang, dan tidak akan berhenti lagi di Stasiun Semarang Poncol.

KA Jayabaya (Malang - Jakarta) akan berhenti di Stasiun Semarang Poncol, dan tidak akan lagi berhenti di Stasiun Tawang.

KA Kamandaka (Semarang Tawang – Purwokerto) berhenti di Stasiun Comal.

KA Kalijaga (Semarang Poncol – Purwosari) berhenti di Stsaiun Telawa dan Brumbung.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang Suprapto, mengungkapkan perubahan jadwal turun naik penumpang ini dikarenakan adanya perubahan tempat bongkar muat angkutan barang hantaran paket (BHP) dari Stasiun Semarang Poncol ke Stasiun Semarang Tawang.

Menurutnya, perubahan jadwal perjalanan KA pada Gapeka 2015 dibuat lebih realistis dan fokus pada keselamatan dan ketepatan waktu, karena masyarakat menyadari sepenuhnya bahwa faktor keselamatan dan ketepatan waktulah yang lebih diutamakan.

"Pada Gapeka 2015 ini, diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan moda transportasi massal yang bebas macet, aman, dan nyaman dari moda transportasi darat lainnya. Selain itu, dari sisi angkutan barang, perubahan pada Gapeka 2014 ini diharapkan dapat menarik minat para pengusaha untuk beralih moda transportasi dari truk ke KA sehingga dapat mengurangi beban jalan raya dan polusi udara," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved