Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kriminal

UPDATE Kasus Penembakan Kreak di Candisari Semarang: Polisi Tangkap Teman Korban Pembawa Celurit

Kasus penembakan terhadap pemuda yang diduga kelompok kreak di kawasan Tegalsari Perbalan, Kecamatan Candisari

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
FOTO TERSANGKA - Foto Adhendra Rifel Orivera (24), tersangka pembawa senjata tajam, bersama foto saat dia membawa celurit di kawasan Tegalsari Perbalan, Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang pada Minggu (10/5/2026). Adhendra merupakan teman dari RFP, pemuda yang sebelumnya ditembak warga menggunakan senapan angin di lokasi dan waktu yang sama. (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kasus penembakan terhadap pemuda yang diduga kelompok kreak di kawasan Tegalsari Perbalan, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, kini berkembang.

Setelah sebelumnya polisi menangkap warga penembak menggunakan senapan angin, kini polisi juga menangkap seorang teman korban yang kedapatan membawa senjata tajam saat kejadian berlangsung.

Pria bernama Adhendra Rifel Orivera (24), warga Sendangmulyo, Tembalang, Kota Semarang, ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polrestabes Semarang karena membawa celurit sepanjang sekitar 55 sentimeter saat mendatangi Kampung Tegalsari Perbalan pada Minggu (10/5/2026) dini hari.

Tersangka ditangkap Unit I Jatanras Satreskrim Polrestabes Semarang pada Kamis (20/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB atau 10 hari setelah insiden penembakan terjadi.

Penangkapan dilakukan setelah polisi mengembangkan penyelidikan dari kasus penembakan yang lebih dulu viral di media sosial.

Kanit I Pidum Satreskrim Polrestabes Semarang, AKP Tri Harijanto, mengatakan polisi mengamankan tersangka setelah mengantongi rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku membawa senjata tajam ke wilayah Tegalsari.

“Ini hubungan dengan peristiwa yang lalu. Kita tindak lanjuti dengan mengamankan seseorang dari beberapa orang yang disebut kelompok kreak itu yang membawa sajam ke Kampung Tegalsari. Sudah terekam di CCTV juga,” kata AKP Tri, Selasa (26/5/2026).

Kasus itu menjadi perhatian karena polisi memastikan narasi tawuran massal yang sempat berkembang tidak sepenuhnya benar. 

Dari hasil penyelidikan, hanya satu orang yang diketahui membawa senjata tajam, sementara korban penembakan yang sebelumnya disebut membawa benda menyerupai senjata, ternyata hanya membawa tongkat sulap lipat.

Baca juga: Ternyata Arena Judi Gembol Bawen Kab Semarang Sudah Sering Dilaporkan kepada Kapolres

“Setelah kita dalami, setelah kita lidik dan kita cari fakta-fakta, hanya ada satu orang yang menggunakan sajam jenis celurit.

Karena di CCTV yang kita dapati menurut anak saksi seperti ada kilatan besi, ternyata itu seperti antena saja, tongkat sulap yang bisa dipanjangkan,” imbuh AKP Tri.

Korban penembakan berinisial RFP (24), yang sebelumnya dirawat intensif akibat luka tembak di bagian ginjal dan paru-paru, disebut bukan pihak yang membawa senjata tajam.

Polisi menyebut RFP kini sudah pulang dari rumah sakit setelah sempat menjalani perawatan di RS Elisabeth Semarang.

“Kalau korbannya dari pihak kelompok kreak itu masih sakit dan sudah pulang ke rumah, terakhir di Elisabeth. 

Sedangkan ini adalah temannya daripada korban yang membawa sajam,” kata AKP Tri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved