Dampak Kenaikan Harga BBM
Konsumsi Pertamax Jateng dan DIY Naik 7 Persen Indikasi Ekonomi Membaik
Konsumsi Pertamax Jateng dan DIY Naik 7 Persen Indikasi Ekonomi Membaik
Penulis: hermawan Endra | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasca kenaikan harga premium sebesar Rp 500 per liter, dari Rp 6.900 menjadi Rp 7.400 konsumsi pertamax di Jawa Tengah dan DIY mengalami peningkatan sebesar 7 persen.
PT Pertamina Jateng dan DIY, Asisten External Relation Manager, Roberth Marchelino Veneza, mengatakan, pada periode Januari-Maret, konsumsi pertamax di wilayah Jateng-DIY mencapai 92.980 Kilo Liter (KL). Angka itu lebih tinggi dari terget awal yang hanya 87.280 KL.
Robert menjelaskan, penerapan harga keekonomian membuat komiditas tersebut tidak lagi disubsidi oleh Pemerintah. Harganya mengikuti kondisi pasar yang sedang terjadi. Sedangkan konsekuensinya sewaktu-waktu harga komuditas itu dapat mengalami naik maupun penurunan. "Adanya fluktuasi harga di premium ini yang mengakibatkan masyarakat tertarik berpindah ke Pertamax," katanya.
Tidak hanya pertamax, konsumsi premium juga tercatat mengalami kenaikan meski hanya mencapai 2 persen. Target awal 815.570 KL sedangkan realisasinya sebesar 831.536 KL. "Konsumsi premium juga mengalami peningkatan meski tidak sebesar pertamax," katanya.
Dia menilai, kenaikan konsumsi BBM non subsidi, pertamax maupun premium menandakan bahwa terjadi penumbuhan perekonomian dan jumlah penduduk di Jateng-DIY yang menggunakan kendaraan. (*)