Dampak Kenaikan Harga BBM
Nelayan Bingung Melaut karena Harga Solar Berubah-ubah
Nelayan Bingung Melaut karena Harga Solar Berubah-ubah
Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: iswidodo
Laporan Tribun Jateng, Bakti Buwono
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Naik turunnya harga bahan bakar minyak (bbm) dikeluhkan oleh nelayan kota Semarang. Suratno, nelayan kampung Tambaklorok berujar naik turunnya solar subsidi membuatnya bingung mengatur perekonomian keluarganya.
"Tidak hanya masalah kesulitan melaut jika solar mahal, tapi juga perawatan alat tangkap dan kebutuhan dasar lainnya ikut meningkat," katanya pada tribun.
Ia bercerita tiap hari membutuhkan solar sekitar 10 liter untuk melaut. Saat harga naik, kemungkinan pembelian solar akan dikurangi. Belum lagi, dampak kenaikan harga solar juga berpengaruhuntuk kebutuhan sandang pangannya .
Biasanya, Sunarto memilih membeli solar di luar SPBN Tambaklorok. Alasannya adalah solar yang dibelinya terlalu sedikit. "Harapannya sih harga solar stabil karena bbm turun, sembako belum tentu turun," ujarnya.
Pengelola SPBN Tambaklorok, M Rozikin alias Bandot mengatakan naik turunnya harga solar turut membuatnya bingung. Dalam sebulan, solar naik dua kali. Pembukuannya turut jadi berubah.
Selama ini, tiap harinya, SPBN Tambaklorok melayani 2 ton solar nelayan. Jumlah itu diakuinya belum maksimal karena dari 500 nelayan yang mendapat kartu nelayan, hanya 100 yang memanfaatkannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/spbn-antrean-banyak-jeriken-nelayan-di-tegal_20150409_135455.jpg)