Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Misteri Gedung Garuda Pak Harto, yang Megah tapi Kini Rata dengan Tanah

Salah satu peninggalan jejak kejayaan almarhum Presiden Jenderal Besar Soeharto, adalah gedung Gedung Graha Garuda Tiara Indonesia

Tayang:
Editor: rustam aji
www.aktualita.co
Graha Garuda Tiara Indonesia 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Salah satu peninggalan jejak kejayaan almarhum Presiden Republik Indonesia ke-2, Jenderal Besar Soeharto, adalah gedung Gedung Graha Garuda Tiara Indonesia. Kini, gedung itu hanya tersisa puing-puing.

Gedung yang berlokasi di Jalan Narogong, Kampung Cibeureum, Kelurahan Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Kamis (16/4/2015), terlihat sudah rata dengan tanah.

Sekitar awal 2014, gedung berarsitektur burung Garuda Pancasila itu dibongkar. Nyaris tak ada yang tersisa, selain hamparan luas tanah merah, beberapa bekas tiang pancang yang jumlahnya tak banyak, dan hutan bambu.

Satu hal solid yang masih terlihat jelas hanya sebuah monumen gedung yang dulunya bertuliskan "Graha Garuda Tiara Hotel dan Konvensi". Tetapi, monumen berwarna abu-abu dan hitam itu kini tersembunyi, tertutup lapak kaki lima seperti bengkel dan konter pulsa, tepat dipinggir Jalan Narogong. Monumen itu jadi saksi berdiri dan matinya gedung tersebut.

Cerita mengenai gedung tersebut sebagian mengenang di warga Desa Cibeureum. Kawasan sekitar Gedung Garuda dulunya adalah perkebunan karet. Berhadapan dengan Kampung Cibeureum, Gedung Garuda membelakangi Desa Bojong Kaso.

Pada eranya, warga perkampungan setempat kerap memakai jalan aspal yang dulu ada di area gedung untuk menyeberang antarkampung. Menurut dia, ketika Pak Harto berkuasa, pada sekitar tahun 1990-an, gedung ini masih dipakai sebagai tempat pertemuan menteri-menteri era presiden ke-2 RI tersebut.

Selain pertemuan menteri, ada kalanya pejabat asing, seperti dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), juga pernah datang. "Pak Harto juga dulunya sering datang ke situ buat pertemuan," kenang seorang perempuan berusia 46 tahun, warga RT 05 RW 05, Desa Cibeureum, kepada Kompas.com.

Gedung Garuda, menurutnya, begitu megah. Ia tak tahu persis kapan gedung ini dibangun. Namun ia mengaku ketika masih duduk di bangku SMP sekitar tahun 1980-an, gedung itu sudah ada.

Kendati demikian, informasi berbeda di jaga maya disebutkan pembangunan gedung ini dimulai pertengahan Februari 1995. Konon biasa pembangunannya menghabiskan Rp 75 miliar rupiah pada waktu itu. Tujuan pembangunan gedung ini disebutkan sebagai wisma atlet saat SEA Games 1997 di Jakarta.

Pembangunan kompleks ini disebutkan terdiri dari 456 kamar pada 10 wisma berbentuk sayap (semuanya 3 lantai), sebuah hotel dengan 198 kamar dan 6 suite, pusat konvensi berkapasitas 3.000 tempat duduk, fasilitas olah raga, kolam renang standar Olimpiade, dan helipad.

Namun, pembangunannya disebut tak sepenuhnya rampung. Menurut warga, gedung garuda, bila dilihat dari udara, arsitekturnya akan membentuk burung Garuda Pancasila. "Dulunya anak muda sini juga suka bikin acara kirab, makanya kalau di sini dikenal namanya gedung kirab," ujarnya.

Seiring perjalanan waktu, gedung tersebut akhirnya terbengkalai. Persis usai Pak Harto lengser dari kekuasaannya sekitar tahun 1998, Gedung Garuda menjadi tak terurus. Atap rusak dan ilalang pun tumbuh liar seperti tak ada perawatan.

Ia mengatakan, hampir setiap sudut gedung jadi tak terlihat karena tertutup ilalang. Karena tak terurus, warga sekitar mulai enggan berjalan-jalan ke gedung tersebut.

"Biar sudah ditutup, tapi dulu sempat jadi tempat buat olahraga pagi tiap hari minggu sama warga di sini. Anak muda juga tiap malam minggu juga suka nongkrong ke sana. Dulu satpam yang jaga bolehin kok masuk. Tapi setelah banyak ilalang, udah jarang yang masuk," ujar dia.

Sekitar tahun 2000, aksi penjarahan mulai terjadi. Dulunya, hotel di dalam area gedung itu yang telah memiliki fasilitas yang komplit, dijarah pihak tak dikenal. Tak ada yang tahu siapa dan dari mana asal penjarah. Namun si penjarah kadang disebutkan ada yang membawa 'senjata' ketika mengambil barang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved