Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Puluhan Orang Menjarah Dagangan Mubadi di Depan Kantor Wali Kota Semarang

Seorang penjual rokok keliling, Mubadi (45), menangis lemas di depan Kantor Walikota Semarang, Jalan Pemuda, Kamis (30/04/2015) pukul 00.15.

Tayang:
Penulis: adi prianggoro | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/A Prianggoro
Mubadi terlihat lemas meratapi barang dagangannya yang ludes setelah dijarah sejumlah warga saat berada di depan Kantor Walikota Semarang, Kamis (30/4/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang penjual rokok keliling, Mubadi (45), menangis lemas di depan Kantor Walikota Semarang, Jalan Pemuda, Kamis (30/04/2015) pukul 00.15. Pria yang tinggal di dekat Pasar Kobong, Semarang Timur itu, meratapi ratusan bungkus rokok miliknya yang dijarah puluhan orang di depan kantor wali kota.

"Ini siapa yang membayar rokoknya, Pak?," kata pria asal Banjarnegara itu saat mengadu kepada Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi.

Mubadi mengisahkan, penjarahan yang tergolong ironis itu bermula ketika dia menjajakan rokok di tengah pertujukan wayang kulit KI Manteb Sudarsono di halaman Balaikota, Jalan Pemuda. Pertunjukkan wayang pun dihentikan karena hujan deras. Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, saat itu pun berjalan dari panggung ke Kantor Walikota yang jaraknya sekitar 10 meter.

"Pak Wali (Hendrar Prihadi) kemudian membeli satu makanan dibayar lewat anak buahnya. Ta lama kemudian ada satu warga yang meminta Pa Wali membayari rokok," kata Mubadi.

Menurut Mubadi, sang walikota mengizinan dan menyanggupi membayarkan sebungkus rokok kepada warga tersebut. "Tetapi rupanya puluhan orang yang ada di dekat Pak Wali juga ingin mengambil rokok. Mereka langsung menyerbu dagangan saya. Peristiwanya cepat dan orangnya banyak, saya tak bisa menahan mereka," katanya lemas.

Mubadi bingung ke mana harus meminta ganti rugi barang dagangannya sekitar 250 bungkus rokok yang jadi "bancakan" para penonton wayang. Ia beberapakali terlihat menangis sambil duduk di halaman balaikota.

Sementara itu, Supriyadi membenarkan adanya peristiwa penjarahan tersebut. "Saya sedang mengusahakan ganti rugi kepada Mubadi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved