Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Longsor Di Ngaliyan

Bu Kurnia Selamatkan Nyawa Puterinya Loncat Lewat Jendela

Bu Kurnia Selamatkan Nyawa Puterinya Loncat Lewat Jendela, saat longsor menimpa rumahnya.

Tayang:
Penulis: adi prianggoro | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/ADI PRIANGGORO
Bu Kurnia Selamatkan Nyawa Puterinya Loncat Lewat Jendela. Longsor menimpa rumahnya dan 7 rumah lainnya di Ngaliyan Semarang, Selasa 5 Mei 2015. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang ibu, Kurnia (28), tiba-tiba terbangun dari tidur pulasnya saat tanah dan bebatuan menimpa rumahnya, Selasa (05/05/2015) dinihari. Ketika peristiwa longsor tersebut terjadi, Kurnia sedang tidur bersama anak semata wayangnya, Andini (6).

"Kami berdua sudah tidur pukul 21.00 di kamar. Ketika terjadi longsor, saya mendengar ada suara keras mirip petir namun kok bunyi petirnya itu lama dan tak kunjung berhenti," kata Kurnia saat ditemui di rumahnya di Jalan Bio - ATP, RT 13 RW 2, Perumahan Bukit Menjangan Asri, Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Selasa (05/05/2015).

Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai Guru Taman Kanak-kanak (TK) itu secara reflek langsung terjaga dari tidurnya. Meski belum sepenuhnya sadar dari tidurnya, Kurnia secara sigap menggangkat dan menggendong anaknya dari kasur. Bersamaan dengan bunyi reruntuhan tanah dan batu, Kurnia meloncat ke luar dari kamar lewat jendela. "Saya refleks saja ke luar dan melompat lewat jendela. Saya sadar kalau saya baru saja selamat dari musibah," ujarnya dengan nada bergetar.

Setelah selamat lewat jendela yang ukurannya pas untuk dilewati satu orang dewasa tersebut, Kurnia tiba-tiba teringat suaminya, Andi Nugroho (31). Kurnia tidak mengetahui keberadaan sang suami di antara puluhan warga yang telah berkerumun di sekitar perumahan. "Saya masuk ke rumah ternyata dapur dan ruang tengah sudah hancur. Tanah dan batu-batu besar memenuhi ruangan, tembok belakang sudah ambrol. Ternyata suami saya selamat, dia sedang ke luar rumah," ungkapnya.

Rumah tipe 21/60 milik Kurnia kini tak bisa lagi ditempati. Kurnia dan keluarganya hanya bisa meratapi tempat tinggal yang mengangsur Rp 674 ribu per bulan itu. "Padahal baru kami tempati dua tahun ini," katanya.

Rumah kurnia merupakan satu dari 8 rumah yang rusak akibat terkena longsor. Total ada 8 rumah yang terkena longsor, sebanyak 4 unit di antaranya rusak parah. Dari 8 rumah itu, 4 rumah ada di posisi bawah dan tertimpa reruntuhan pondasi batu serta tanah dari rumah-rumah lain di atasnya. Sedangkan 4 rumah lain "hilang" beberapa ruangannya, di antaranya bagian dapur, kamar mandi, kamar, dan ruang tengah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved