Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Longsor Menerjang Kalipancur, Kurnia Selamatkan Putrinya Lewat Jendela

Kurnia (28), terbangun dari tidur pulasnya saat tanah dan bebatuan menimpa rumahnya, Selasa (5/5) sekitar pukul 00.30

Tayang:
Penulis: adi prianggoro | Editor: rustam aji
TRIBUNJATENG/ADI PRIANGGORO
Bu Kurnia Selamatkan Nyawa Puterinya Loncat Lewat Jendela. Longsor menimpa rumahnya dan 7 rumah lainnya di Ngaliyan Semarang, Selasa 5 Mei 2015. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kurnia (28), terbangun dari tidur pulasnya saat tanah dan bebatuan menimpa rumahnya, Selasa (5/5) sekitar pukul 00.30. Ketika peristiwa longsor tersebut terjadi, Kurnia sedang tidur bersama anak semata wayangnya, Andini (6).

"Kami berdua sudah tidur pukul 21.00 di kamar. Ketika terjadi longsor, saya mendengar ada suara keras mirip petir namun kok bunyi petirnya itu lama dan tidak berhenti-berhenti," kata Kurnia saat ditemui di rumahnya di Jalan Bio - ATP, RT 13 RW 2, Perumahan Bukit Menjangan Asri, Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Selasa (5/5).

Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai Guru Taman Kanak-kanak (TK) itu secara reflek langsung terjaga. Meski belum sepenuhnya sadar dari tidurnya, Kurnia mengangkat dan menggendong anaknya dari kasur.

Bersamaan dengan bunyi reruntuhan tanah dan batu, Kurnia meloncat ke luar dari kamar lewat jendela. "Saya refleks saja keluar dan melompat lewat jendela. Saya sadar kalau saya baru saja selamat dari musibah," ujarnya dengan nada bergetar.

Setelah selamat lewat jendela yang ukurannya pas untuk dilewati satu orang dewasa tersebut, Kurnia tiba-tiba teringat suaminya, Andi Nugroho (31). Kurnia tidak mengetahui keberadaan sang suami di antara puluhan warga yang telah berkerumun di sekitar perumahan.

"Saya masuk ke rumah ternyata dapur dan ruang tengah sudah hancur. Tanah dan batu-batu besar memenuhi ruangan, tembok belakang sudah ambrol. Ternyata suami saya selamat, dia sedang ke luar rumah," ungkapnya.

Rumah tipe 2.1/60 milik Kurnia kini tak bisa lagi ditempati. Kurnia dan keluarganya hanya bisa meratapi tempat tinggal yang masih diangsurnya pembayarannya sebesar Rp 674 ribu per bulan itu. "Padahal baru kami tempati dua tahun ini," katanya.

Rumah kurnia merupakan satu dari 8 rumah yang rusak akibat terkena longsor. Sebanyak 4 unit di antaranya rusak parah. Dari 8 rumah itu, 4 rumah ada di posisi bawah dan tertimpa reruntuhan fondasi batu serta tanah dari rumah-rumah lain di atasnya. Sedangkan 4 rumah lain "hilang" beberapa ruangannya, di antaranya bagian dapur, kamar mandi, kamar, dan ruang tengah.

Rumah milik warga lainnya, Tyas (47), mengalami kerusakan pada bagian dapur dan ruang tengahnya. Saat terjadi longsor, Tyas masih terjaga bersama empat anaknya di ruang tengah. Tyas melihat detik demi detik ruangan belakang, kamar mandi, dan dapurnya longsor.

"Saya mendengar suara 'kretek-kretek' seperti suara pasir yang menghujani rumah. Saya tidak bisa lari karena kaki saya kaku. Meski anak-anak saya menjerit keras karena ketakutan, saya tetap tidak bisa lari karena saat itu badan saya gemetar," ujarnya. Beruntung ruangan tengah rumah Tyas tak ikut longsor sehingga Tyas bisa selamat.

Korban longsor lainnya, Iswanto (74) berharap ada perhatian dari Pemkot Semarang. Warga berharap pemkot memberikan bantuan supaya warga bisa memperbaiki kerusakan rumah.

Warga masih bersyukur meski ada beberapa rumah hancur akibat longsor. Pasalnya, longsor tersebut tidak mengakibatkan warga terluka.

Satu di antaranya Andi Nugroho (31), warga yang sebagian rumahnya hancur tertimpa batu-batu besar dan tanah. "Saat kejadian saya sedang berjaga di pos kamling. Saya punya kebiasaan nonton tv di ruang tengah bila berada di rumah. Sementara ruang tengah tempat saya biasa nonton teve itu kini hancur," ujar pria yang kesehariannya bekerja sebagai satpam itu.

Ucapan syukur serupa juga diungkapkan oleh Toriq (42), tetangga sebelah persis rumah Andi Nugroho. Rumah Toriq pun sebagian hancur dan di dalamnyaa masih terdapat batu-batu berukuran besar. Toriq lemas saat tiba di rumahnya pada Selasa (5/5) pukul 09.00.

"Saat longsor terjadi rumah saya dalam kondisi kosong. Istri saya tidur di rumah mertua sedangkan saya sedang dinas malam," kata pria pekerja lepas di jembatan timbang itu. (ape)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved