Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pasar Johar Terbakar

DPRD Berharap Pemkot Libatkan Semua Pihak saat Bangun Pasar Darurat

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, berharap semua pihak dilibatkan dalam penanganan Pasar Darurat di Komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Tayang:
Penulis: adi prianggoro | Editor: rustam aji
Sejumlah pedagang mengadu kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berada di Pasar Johar, Rabu (13/5/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, berharap semua pihak dilibatkan dalam penanganan Pasar Darurat di Komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Supriyadi mengajak masyarakat turut mengawasi proses pembangunan pasar darurat senilai Rp 27 miliar terrsebut. "Proyek ini memakai sistem penunjukkan langsung tanpa melalui prosedur atau mekanisme lelang. Jadi memang rawan terjadinya penyimpangan dan tindak pidana korupsi," kata Supriyadi kepada Tribun Jateng, Kamis (14/05/2015).

Supriyadi berharap kontraktor yang mengerjakan pasar darurat tersebut telah terpercaya dan mempunyai rekam jejak yang bagus. Supriyadi mengimbau supaya pemkot selektif dan berhati-hati memilih kontraktor pelaksana proyek yang dananya dari APBD Pemkot, APBD Provinsi, dan Kementerian Perdagangan itu. "Kami dari dewan mengapresiasi langkah cepat pemkot menangani kebakaran Pasar Johar. Tetapi juga jangan gegabah mencari kontraktor. Contohnya sudah banyak jika memiilih kontraktor asal-asal, di antaranya pembangunan kolam retensi," ungkapnya.

Supriyadi menyarankan supaya Pemkot turut melibatkan tim dari DPRD, kejaksaan, kepolisian, dan bahkan kalau perlu dari unsur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga dan atau instansi-instansi tersebut diharapkan bisa supervisi sedari awal proyek itu akan dikerjakan. Langkah tersebut, menurut Supriyadi, untuk menghindari kesalahan administrasi dan juga tindak pidana korupsi. "Proyek ini 100 persen untuk pedagang atau rakyat. Jadi harus bekerja secara maksimal dan bersama-sama," ungkapnya.

Supriyadi menambahkan pembangunan pasar darurat juga perlu mempertimbangkan lalu lintas sekitar lokasi, aliran listrik, persediaan air bersih, pembuangan sampah, dan lainnya. Oleh karena itu, instansi lain, misalnya Dinas Perhubungan, PLN, dan pihak terkait perlu diajak bareng. "Jangan sampai beberapa tahun pascapembangunan kemudian ada pemeriksaan dugaan korupsi atas objek pasar darurat," jelasnya.

Sebelumnya, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan bila memang sedang mencari kontraktor untuk membangun pasar darurat. "Kami cari kontraktor yang bisa cepat bekerja tanpa mempertimbangkan termin pembayaran. Sebab kami mencari kontraktor yang dapat respon cepat," kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved