Kasus Narkoba

Kalapas Ambarawa Dobrak Pintu Penjara, Temukan 7 Napi Positif Nyabu

Kalapas Ambarawa Razia Dobrak Pintu Penjara, Ditemukan 7 Napi Positif Nyabu, setelah tes urine.

Kalapas Ambarawa Dobrak Pintu Penjara, Temukan 7 Napi Positif Nyabu
tribunjateng/deni setiawan
RAZIA DI LAPAS- Kabag Ops Polres Semarang Kompol Dax Emmanuelle Samson Manuputy dan Kalapas Kelas IIA Ambarawa Dwi Agus Setyabudi dibantu 70 petugas gabungan Polres Semarang menggeledah dua kamar khusus tahanan narkoba di Lapas Ambarawa, Kamis (14/5) dinihari. Ditemukan 7 napi positif masih nyabu. 

Laporan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN- Puluhan petugas gabungan Polres Semarang telah berkumpul di depan gerbang masuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambarawa, Rabu (13/5) sekitar pukul 23.00.

Dipimpin Kabag Ops Polres Semarang Kompol Dax Emmanuelle Samson Manuputy, mereka pun berkoordinasi dengan Kalapas Dwi Agus Setyabudi sebelum masuk ke area dalam lapas tersebut.

Tak lama, keduanya memimpin operasi tersebut. Para petugas pun segera bergerak gedung Blok D dan fokus di dua kamar yakni Kamar 2 dan 3 yang merupakan kamar khusus untuk para narapidana kasus narkoba.

Sempat terjadi kebingungan petugas sipir di sana sebab sebelumnya tidak ada informasi dari pimpinannya apabila dini hari tersebut akan ada operasi (razia).

Satu di antaranya yakni lamanya petugas sipir membuka pintu di dua kamar. Hampir 15 menit pintu tak kunjung dibuka hingga Kalapas Dwi Agus membentak satu di antara petugas jaga di lapas tersebut. Seusai pintu dapat dibuka, seluruh penghuni kamar rata-rata sekitar 40 orang per kamar itu diminta keluar.

Petugas Satuan Narkoba menggeledah tiap benda di dalam kamar, termasuk tumpukan sampah hingga pakaian kotormenumpuk. Ditemukan ponsel berikut charger yang telah dibungkus plastik dan disimpan di ranjang sampah. Lalu dua buah bong (alat penghisap sabu-sabu) dan beberapa butir Trihex --berwarna kuning--.

Berdasarkan hasil temuan itu, petugas Polres Semarang mengacak narapidana untuk melakukan tes urine. Hasilnya, tujuh orang yang diambil sampel air kencingnya, semua dinyatakan positif. Mereka pun awalnya menyangkal masih mengonsumsi barang haram tersebut. Termasuk pula yang menjalankan transaksi hingga ada tidaknya keterlibatan petugas sipir di lapas tersebut.

"Saya secara rutin tiap Selasa dini hari atau sekitar jam 03.00 dapat kiriman sabu-sabu. Caranya ada seseorang melempar bungkus rokok berisi sabu-sabu dari luar di bagian jemuran pakaian. Tiap jam itu saya izin keluar untuk kencing. Saya ambil barang itu dan kemudian dikonsumsi bersama teman-teman," kata seorang warga binaan penghuni Lapas, warga Ungaran Barat Kabupaten Semarang itu kepada Tribun Jateng, Kamis (14/5) dini hari.

Dia yang sedang menjalani hukuman selama 4 tahun subsider 2 bulan penjara itu mengklaim tidak tahu siapa yang mengirim kepada dirinya. Dia bertugas menerima barang dan kemudian dikonsumsi. Tiap kiriman, dia membayar Rp 300.000 per paketnya. Saat didesak petugas, dirinya pun enggan menginformasikan ada tidaknya keterlibatan orang dalam termasuk siapa saja narapidana yang masih aktif mengonsumsi sabu-sabu.

Dalam operasi yang melibatkan sekitar 70 personil gabungan itu, pihaknya menyita sebanyak tiga unit ponsel, dua kertas bertuliskan nomor rekening, satu bungkus plastik berisi pil trihex, dua bong sabu, dan hasil tes urine. Sementara untuk pemeriksaan lanjutan terhadap 7 narapidana, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak lapas. Polres akan memeriksa mereka sesuai prosedur yang ada di lapas. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved