Prihatin Kebakaran Pasar Johar, Pemkot Semarang Tiadakan Dugderan
Pesta rakyat tahunan yang biasa diselenggarakan beberapa hari menjelang Ramadan di sekitar Pasar Johar, Dugderan, pada tahun ini ditiadakan.
Penulis: adi prianggoro | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pesta rakyat tahunan yang biasa diselenggarakan beberapa hari menjelang Ramadan di sekitar Pasar Johar, Dugderan, pada tahun ini ditiadakan.
“Kami ikut merasakan prihatin dengan apa yang menimpa teman-teman pedagang. Oleh karena itu, Pemkot Semarang memutuskan perayaan Dugderan pada tahun ini tidak akan diselenggarakan,” kata Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Senin (18/5/2015).
Ungkapan keprihatinan Hendi, demikian sapaan akrab Hendrar Prihadi, itu ditujukan kepada para pedagang Pasar Johar yang tertimpa musibah kebakaran pada sepekan lalu. Hendi mengakui bila hingga saat ini para pedagang belum tertata secara baik pascakebakaran yang menimpa pasar tradisional tersebut.
“Jadi rasanya kok tidak pantas menyelenggarakan pesta dugderan. Selain itu, kami khawatir bila tetap (dugderan) tetap diselenggarakan akan berresiko terjadinya gejolak,” ungkapnya.
Hendi menyatakan, sementara pembacaan shuhuf atau keputusan ulama yang menjadi bagian dari prosesi dugderan akan tetap dilaksanakan. Pun demikian pula penabuhan bedug akan tetap berlangsung sebagai satu cara penanda menyambut bulan puasa.
“Itu sebuah tradisi yang ada di kota ini sehingga untuk prosesi tersebut tetap akan diadakan. Tetapi kemungkinkan prosesinya akan dibuat sederhana tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” terangnya. (*)