Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ayahnya Sempat Melarang Pergi hingga Menangis, TKI Ini Pulang Jadi Jenazah

Seorang TKI asal Bantul yang meninggal di Malaysia dimakamkan pada Sabtu (23/5) di desa asalnya Karangasem, Muntuk, Dlingo.

Editor: rustam aji
TRIBUNJOGJA.COM/Anas Apriyadi
Mohadi, memegang foto anaknya, Jumbadi alias Yasip, TKI asal Dlingo yang meninggal di Malaysia 

TRIBUNJATENG.COM, BANTUL - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bantul yang meninggal di Malaysia dimakamkan pada Sabtu (23/5) di desa asalnya Karangasem, Muntuk, Dlingo.

Keluarga nampak telah ikhlas mengantar kepergian TKI yang bernama Jumbadi (40) alias Yasip alias Yosip Mohadi.

Mohadi, ayah Jumbadi menjelaskan bahwa Ia bersama istrinya Saginem telah merelakan kepergian anak tunggalnya itu.

Berkaitan dengan dugaan anaknya meninggal karena dibunuh dengan luka di kepala, Mohadi menerangkan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak yang berwenang dan tidak ingin menuntut terlalu banyak.

"Sudah itu biar diurus sama yang ada di negara sana, yang penting anak saya sudah bisa pulang walau sudah meninggal, saya juga masih bisa mengurus jenasahnya" ucapnya.

Mohadi bercerita bahwa Jumbadi pertama kali merantau ke Malaysia pada tahun 1995 untuk mencari pekerjaan. Dua tahun kemudian, Jumbadi sempat pulang sebulan namun pergi kembali ke Malaysia.

Tanpa diduga, saat ia melepas kepergian Jumbadi pada tahun 1997 menjadi pertemuan terakhirnya dengan anak satu-satunya itu.

Jumbadi akhirnya pulang ke rumahnya yang terletak di tengah hutan pinus Dlingo setelah merantau di Malaysia selama 18 tahun dalam peti jenazah pada Jumat (22/5).

Sebelumnya Jumbadi ditemukan tewas dengan luka di kepala pada 4 Mei 2015 di kediamannya Sarawak, Malaysia.

"Dulu sempat saya larang waktu mau ke sana lagi sampai nangis-nangis, soalnya pulangnya cuma sebentar sekali," ujar lelaki yang kesehariannya bekerja sebagai pengerajin anyaman bambu dan penyadap getah pinus ini.

Menurut Mohadi, selama merantau di Malaysia, Jumbadi sama sekali putus kontak dengan keluarganya di kampung.

Ia mengaku tidak tahu di mana tepatnya Jumbadi bekerja dan bekerja sebagai apa. Menurutnya Jumbadi juga tidak pernah mengirim uang hasil kerjanya kepada orangtuanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved